Wednesday, September 5, 2018

Waspada Pakai Vpn Gratis, Ini Ancaman Yang Mengintai


Usai pembatasan pada sejumlah fitur di media umum dan platform messagingtermasuk WhatsApp, banyak pengguna menggunakan Virtual Private Network atau VPN. Dengan memakai VPN, pengguna sanggup mengirimkan gambar dan video yang sebelumnya tidak sanggup sama sekali efek pembatasan tersebut. 

Namun ternyata dengan memakai VPN, ada ancaman yang mengintai perangkat pengguna. Dilansir dari laman Restoreprivacy, Rabu, 22 Mei 2019, berikut tujuh alasan berbahaya layanan VPN sangat berbahaya:

1. Mengandung Malware
Dari penelitian CSIRO, lebih dari 38 persen aplikasi gratis VPN mengandung malware alias kegiatan berbahaya. 

Malware bisa tiba dalam bentuk apa pun dan yang tersembunyi pada VPN sanggup mencuri data dan dipakai untuk menargetkan iklan dan email spam pengguna. Selain itu juga sanggup membajak akun secara online

Malware juga bertanggung jawab untuk mencuri uang dan barang atau produk digital. Kejahatan lainnya menyerupai mengunci atau mengenkripsi perangkat dan meminta imbalan untuk mengembalikannya. 

2. Mengumpulkan data pribadi
VPN sanggup melacak untuk mengumpulkan data langsung penggunanya. Studi CSIRO mencatat, 75 persen dari 283 VPN mengandung pelacakan pada instruksi sumber. Pengumpulan data ini sanggup bernilai bagi iklan dan juga analitik. 

Salah satu misalnya layanan VPN gratis berbasis Kanada, Betternet. Aplikasi itu dilihat CSIRO mengandung 14 tracking libraries yang berbeda, selain juga ditemukan keberadaanmalware tingkat tinggi.  Dengan fakta itu, Betternet memasarkan layanannya sebagai solusi keamanan dan privasi. 

3. Akses data pengguna
Saat data pengguna dikumpulkan oleh VPN, akan dijual atau ditransfer pada pihak ketiga. Ini demi kepentingan laba semata. Salah satu misalnya Opera Free VPN yang ketika ini dimiliki konsorsium China. VPN itu menunjukkan layanan gratis tanpa batas lewat browser, ini merupakan cara mereka mengumpulkan serta membuatkan data pengguna. 

4. Mencuri Bandwidth
Sejumlah bisnis memakai VPN gratis untuk mencuri bandwidth dan menjualnya kembali pada pihak ketiga. 

Salah satu misalnya layanan berbasis di Israel, Hola VPN. Layanan ini diketahui telah mencuri bandwidth dan dengan curang menjual lewat sister company, Luminati.  

Dalam kebijakan sistemnya, Hola mengakui mereka mungkin akan membagikan data pengguna dengan pihak ketiga. 

5. Membajak browser
Cara VPN menghasilkan uang sanggup juga dengan cara pembajakan browser. Ini akan terjadi ketika layanan itu mengalihkan browser pada website partner tanpa izin pengguna. 

Hotspot Shield VPN ditemukan mengalihkan permintaan HTTP pada situs e-commerceseperti Alibaba dan e-Bay lewat jaringan mitranya. 

6. Kebocoran data
VPN yang baik seharusnya mengamankan dan melaksanakan enkripsi pada trafik antara perangkat dengan server VPN. 

Namun sejumlah layanan VPN baik yang gratis dan berbahaya, ditemukan banyak yang membocorkan data pengguna. Kebocoran berasal dari IP address dan DNS, problem yang kerap terjadi di VPN gratis. 

Penelitian CSIRO menemukan 84 persen VPN gratis membuka IPv6 pengguna yang aktual dan unik secara global. Selain itu juga 60 persen VPN gratis membocorkan permintaan DNS, ini menciptakan history dan lokasi browser pengguna terbuka. 

7. Penipuan
Dengan kejahatan yang sudah disebutkan tadi, akhir penggunaan sanggup mengalami pencurian identitas serta penipuan secara finansial. 

Hotspot Shield mengatakan saluran pada pihak ketiga untuk data pengguna mereka. Model bisnis yang terjadi pada VPN gratis menciptakan layanan itu sangat berbahaya. 
Sumber : https://www.viva.co.id

Sumber http://supiadi74.blogspot.com


EmoticonEmoticon