Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

Thursday, January 19, 2017

Hijrah

Donwload film mulai dari zaman gak yummy hingga yang terbaru
Mulai dari Charlie Capplin hingga Leonardo Dicaprio
Mulai dari Box Office hingga TV Series...
Lama ke lamaan merasa bosan....



Beralih ke Cartoon Amerika
Mulai dari TV Show hingga TV Series...
Mulai Spiderman hingga ke Batman
Dari Marvel ke DC
Lama ke lamaan merasa bosan....


Beralih ke Anime
Mulai dari Oh My Goodness hingga ke One Piece
Dari Studio Gibli hingga Toei Animation
Mulai dari genre Action hingga Romance
Lama ke lamaan merasa bosan juga....

Allah mulai menuntun jariku
Buka Youtube ramai perihal The Arrival hingga ke Zakir Naik
Membicarakan perihal agama mana yang benar...

Allah sangat sayang pada hambanya
Allah kirim program Khazanah untuk membimbingku untuk pengetahuan dasar

Gak hanya itu...
Allah kirim lagi Ustadz Felix semoga saya lihat zaman kini ini zaman apa...
Biar saya tahu bagaimana kehidupan masyarakat kini ini...
Agar tertanam kepercayaan dalam diriku...
Dilihatkan padaku bagaimana alam yang luas ini begitu menakjubkan...

Setelah saya tahu dasar-dasar itu semua,
Allah kirim Ustadz Budi Ashari untuk mengerti perihal sejarah beradaban...
Selama ini saya terkagum-kagum dengan beradaban barat,
Ternyata dulu pernah ada beradaban yang lebih maju dan lebih canggih...
Dimana ilmu pengetahuan berlandaskan Ilmu Allah bukan dari kecerdikan dan logika semata...
Memahami sejarah pada masa kekosongan yang gotong royong yakni masa keEMASan

Baru sadar...
Seperti gres bangkit dari tidur...
Menangis meratapi kesalahan selama ini...

Ketika mulai akrab dengan Allah...
Allah kirim Ustadz Adi Hidayat...
Allah ingin sholatku benar,
Memahami setiap makna dari gerakan dan bacaan sholat..
Mulai dari Takbir hingga salam
Menuntunku mengikuti Sunnah-sunnah Rasulullah,
Mulai dari bangkit tidur hingga tidur kembali...

Ya Allah, terimakasih atas semua ini...
Engkau telah memberiku teknologi untuk mendekatkanku padamu
Engkau telah mengirimkan padaku orang-orang untuk mendekatkanku padamu
Segala puji hanya untuk Allah, yang kuasa semesta alam.
Sumber http://campusnancy.blogspot.com

Tuesday, January 17, 2017

Ketika Perbuatan Zina Dianggap Biasa

Ada dua orang perjaka pria dan wanita lagi boking hotel. Di hotel mereka memadu kasih. Banyak orang tau kalo mereka berzina, dan mereka hanya berkomentar "Itu bukan urusanku, yang dosakan mereka berdua".

Ada orang mencuri ayam. Pas lagi nyuri ketahuan. Langsung dihakimi dan di hajar masa.

Coba perhatikan ayat ini:
"dan orang-orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesembahan lain dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; dan barang siapa melaksanakan demikian itu, pasti beliau menerima eksekusi yang berat" (QS: Al-Furqaan-68)

dari ayat diatas perbuatan zina berada di urutan ketiga sesudah menyekutukan Allah (Syirik) dan membunuh. Sementara mencuri tidak disebutkan.

Tetapi pada kenyataan yang terjadi dimasyarakat, orang lebih membenci pencuri dari pada pezina.

Ibnu Qayyim Al Jauziah dalam kitabnya yang berjudul "Jangan dekati Zina" mengungkapkan bahwa masyarakat lebih cendrung merasa kasihan kepada pezina daripada pelaku dosa lainnya, dan realita menandakan itu.
Karena rasa cinta sanggup menciptakan orang buta. Sebut saja dongeng fenomenal Romeo dan Juliet. Berapa banyak orang yang terlarut dalam dongeng tersebut. 
Cinta juga menciptakan orang yang menyaksikan dongeng tersebut ikut terhanyut. 
Hati insan memiliki budpekerti perasaan kasih pada orang yang jatuh cinta, bahkan banyak diantara mereka yang siap menawarkan pemberian kepada orang yang jatuh cinta, walaupun bersama-sama bentuk cinta tersebut termasuk yang diharamkan.
"dan itu bukan cinta, tapi nafsu"


Sumber http://campusnancy.blogspot.com

Tamasya Ke Nirwana Bersama Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah


Empat bulan yang kemudian semenjak diajak* oleh Ibnu Qayyim untuk menjelajahi surga, menikmati pemandangan dan suasana yang belum pernah dilihat oleh mata, didengar oleh indera pendengaran dan terbersit oleh hati. Beliau menjelaskan pelayan-pelayan surga, tingkatan-tingkatan surga, pintu-pintu surga, dan bagaimana cara memasukinya. Beliau menjelaskan bagaimana tanaman-tanaman surga, buah-buahan nirwana bahkan rasa dari buah tersebut. Sungai susu yang mengalir dan boleh diminum tanpa ada ke khawatiran basi. Rumah-rumah dan istana yang terbuat dari mutiara dilayani oleh ribuan pelayan. Pelayan yang selalu menyediakan masakan dan minuman yang mempunyai rasa berbeda dari satu buah dengan buah yang satunya. Beliau menjelaskan nirwana tertinggi dan nirwana terendah, dimana nirwana tertinggi akan dihuni oleh para nabi dan orang-orang shaleh dan nirwana terendah yang akan dilayani oleh 40 ribu pelayan. Puncaknya yakni dimana penghuni nirwana akan melihat Tuhan Semesta Alam tanpa hijab, eksklusif dengan mata kepala sendiri.
[Bertaqwalah kepada Allah. Ayo kita sama-sama beriman dan bersedekah shaleh. Tidak ada kerugian dengan beriman dan bersedekah shaleh, justru Allah akan membalas dengan segala kebaikan dengan berkali-kali lipat.]

-----------------------------------
*Maksudnya membaca karya beliau



Sumber http://campusnancy.blogspot.com

Sunday, January 15, 2017

Tentang Nirwana (1)


Jika anda bertanya wacana tanahnya, maka tanahnya kesturi dan zak'faran

Jika anda bertanya wacana atapnya, maka atapnya Arasy Ar-Rahman

Jika anda bertanya wacana adukannya, maka adukannya kesturi yang harum

Jika anda bertanya wacana  rumputnya, maka rumputnya mutiara lu'lu' dan mutiara jauhar

Jika anda bertanya wacana materi bangunannya, maka berasal dari kerikil bata perak dan emas

Jika anda bertanya wacana pepohonannya, maka seluruh pepohonan di dalamnya batangnya dari emas dan perak dan bukannya dari kayu sebagaimana pohon dunia

Jika anda bertanya wacana buahnya, maka ia ibarat buah anggur, lebih lembut dari keju dan lebih manis dari madu

Jika anda bertanya wacana daun-daunnya, maka tidak ada yang melebihi keindahan pakaian-pakaian yang halus

Jika anda bertanya wacana sungai-sungainya, maka sungai-sungainya dari susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari arak yang menyegarkan bagi para peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring

Jika anda bertanya wacana masakan mereka, maka masakan mereka ialah buah-buahan yang mereka pilih sendiri  dan daging burung yang mereka sukai

Jika anda bertanya wacana minuman mereka, maka minuman mereka ialah tasnim, jahe dan kafur

Jika anda bertanya wacana perabotan mereka, maka perabotan mereka ialah dari emas dan perak sebening kaca

Jika anda bertanya wacana luas pintunya, maka antara daun pintunya sepanjang perjalanan empat puluh tahun dan pada ketika kalian tiba padanya, ia dalam keadaan penuh sesak

Jika anda bertanya wacana hembusan angin kepada pepohonannya, maka bahwasanya pepohonan tersebut menabuh gendang bagi setiap pendengarnya

Jika anda bertanya wacana naungannya, maka di nirwana terdapat pohon. Penunggang kuda yang ulung berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun, ia tidak bisa melewatinya

Jika anda bertanya wacana luas surga, maka penghuni nirwana yang paling rendah kelasnya, berjalan di kerajaan yang diperuntukkan baginya, ranjangnya, istananya dan taman-tamannya selama dua ribu tahun

Jika anda bertanya wacana kemah-kemahnya dan kubah-kubahnya, maka satu kemah saja berasal dari satu mutiara yang berlubang. Tingginya enam puluh mil

Jika anda bertanya wacana bangunan puncaknya, maka ialah ghuraf dimana di atasnya terdapat ghuraf yang lain dan mengalir dari bawahnya sungai-sungai

Jika anda bertanya wacana ketinggian surga, maka lihatlah bintang-bintang yang terbit atau terbenam di ufuk sana yang nyaris tidak terlihat oleh mata

Jika anda bertanya wacana pakaian penghuninya, maka pakaian mereka ialah sutra halus dan emas

Jika anda bertanya wacana kasur-kasurnya, maka bab dalamnya terbuat dari sutra istabraq

Jika anda bertanya wacana sofa penghuni surga, maka sofa diatasnya terdapat pernak-pernik ibarat hiasan kancing baju pengantin yang berasal dari emas dan tidak berlubang

Jika anda bertanya wacana ketampanan wajah penghuninya, maka ketampanan wajah mereka ibarat rembulan

Jika anda bertanya wacana usia mereka, maka usia mereka ialah tiga puluh tiga tahun dengan postur badan ibarat bapak manusia, Adam Alaihis-salam

Jika anda bertanya wacana nyanyian mereka, maka nyanyian mereka ialah nyanyian istri-istri mereka dari bidadari-bidadari yang bermata jelita. Yang lebih merdu lagi ialah suara-suara para malaikat dan para nabi. Dan yang lebih merdu lagi ialah bunyi Rabbul Alamin

Jika anda bertanya wacana kendaraan yang mereka naiki untuk berkunjung kepada sesamanya ialah unta, maka insya Allah ia terbang membawa penghuni nirwana ke taman manapun yang mereka inginkan

Jika anda bertanya wacana pemanis mereka, maka pemanis mereka ialah gelang emas, mutiara lu'lu' dan mahkota di atas kepala mereka

Jika anda bertanya wacana pelayan-pelayan mereka, maka mereka ialah bawah umur muda usia yang tetap muda laksana mutiara yang terpendam

Jika anda bertanya wacana pengantin-pengantin mereka dan istri-istri mereka, maka mereka ialah wanita-wanita yang semok payudaranya dan sebaya. Darah muda mengalir dalma organ badan mereka. Pipinya ibarat bunga mawar dan apel. Payudaranya ibarat buah delima. Gigi-giginya ibarat mutiara lu'lu' yang tersusun rapi. Pinggangnya halus dan mulus. Matahari terbenam kalau mereka menampakkan wajahnya yang imut-imut. Kilat bercahaya kalau mereka tersenyum. Jika anda mendapat cintanya, maka silahkan berkomentar terhadap dua api yang berkobar-kobar. Jika mereka berbicara dengan suami-suaminya, maka laksana dua sejoli yang sedang memadu kasih. Jika ia dirangkul, maka ibarat rangkulan dua ranting pohon. Wajah suaminya bisa dilihat dari pipinya sebagaimana wajah bisa dilihat dari beling cermin yang putih bersih. sumsum tulang betisnya bisa dilihat dari luar. Keindahan sumsum tulang betisnya tidak bisa ditutup oleh kulitnya, tulangnya dan pakaiannya. Jika mereka menampakkan diri didunia, maka aromanya memenuhi antara langit dan bumi. Jika mereka membaca tahlil, takbir dan tasbih, maka semua yang ada diantara langit dan bumi menjadi indah, semua mata tidak mau melihat yang lain, membenamkan sinar mentari sebagaimana mentari membenamkan cahaya bintang-bintang dan semua yang ada di permukaan bumi merasa kondusif dengan Allah Al-Hayyu Al-Qayyum. Tutup kepalanya lebih baik ketimbang dunia dan seisinya. Penambahan usia mereka malah menciptakan mereka semakin elok dan menarik. Putaran waktu justru menciptakan mereka semakin cinta dan erat dengan suami-suaminya. Mereka bebas dari kehamilan, melahirkan, haidh dan nifas. Mereka higienis dari dahak, ludah, urine, tinja dan semua kotoran. Masa muda mereka tidak habis. Pakaian mereka tidak lusuh dan pakaian kecantikan mereka tidak usang. Mereka hanya mau memandang suaminya dan tidak tertarik melihat laki-laki lain selain suaminya. suaminya juga membatasi pandangannya hanya pada mereka. Jika suaminya memandangnya, ia membahagiakan suaminya. Jika suaminya memerintahkan sesuatu, iapun mematuhi perintahnya. Jika suaminya pergi, ia menjaga diri. Ia di luar angan-angan dan tidak pernah disentuh oleh insan dan jin. setiap kali suaminya memandangnya, ia memenuhi hatinya dengan kebahagiaan. setiap kali ia berbicara dengan suaminya, ia memenuhi indera pendengaran suaminya dengan mutiara lu'lu' yang tersusun rapi dan di sebar kemana-mana. Jika ia menampakkan diri, maka istana dan ghuraf penuh dengan cahaya

Jika anda bertanya wacana umur mereka, maka mereka semua sepantaran dipuncak usia muda.

Jika anda bertanya wacana kecantikan, maka pernahkah anda melihat matahari dan bulan?

Jika anda bertanya wacana biji matanya, maka biji matanya hitam ditempat yang sangat putih dan jelita

Jika anda bertanya wacana ketinggiannya, maka pernahkah engkau melihat ranting pohon yang paling bagus?

Jika anda bertanya wacana payudara, maka mereka laksana bintang-bintang. Payudaranya lebih halus daripada buah delima

Jika anda bertanya wacana warna kulit mereka, maka mereka laksana mutiara yakut dan marjan

Jika anda bertanya wacana langsung mereka, maka mereka ialah wanita-wanita yang baik akhlaknya dan elok rupanya. Dipadukan kepada mereka kecantikan dan kebaikan. Mereka diberi keindahan dalam dan luar. Mereka membahagiakan hati dan menyejukkan mata

Jika anda bertanya wacana kabaikan pergaulannya  dan kelezatan disana, maka mereka ialah wanita-wanita yang selalu rindu dan cinta kepada suami-suaminya

Bagaimana jawaban anda terhadap seorang perempuan yang kalau tersenyum di hadapan suaminya, maka nirwana bersinar kerena senyumnya. Jika ia pindah dari istana satu ke istana lainnya, anda berkata, "Matahari ini pindah ke orbitnya!" Jika ia berbicara dengan suaminya, maka alangkah bagusnya nada bicaranya. Jika ia menggandeng tangan suaminya, maka alangkah enaknya rangkulannya dan gandengannya.
"Nada bicaranya laksana sihir
ia halal
dengannya pembunuhan terhadap Muslim yang terjaga tidak akan terjadi
jika bergaul lama dengannya, maka ia tidak membosankan
jika ia berbicara sebagaimana layaknya pembicara, maka tidak sebentar."
Jika ia bernyanyi, maka mata dan indera pendengaran mendapat kepuasan. Jika ia menghibur, maka alangkah baiknya cara ia menghibur. Jika ia mencium, maka baginya tidak ada ciuman yang lebih mesra dan hangat dari ciumannya. Jika ia memberi sesuatu, maka tidak ada sesuatu yang lebih baik dari pemberiannya.


dikutib dari

Sumber http://campusnancy.blogspot.com

Friday, January 13, 2017

Tentang Nirwana (2)


Inilah. Jika anda bertanya wacana hari penambahan, hari kunjungan kepada Allah Al-Aziz Al-Hamid dan melihat Wajah-Nya yang higienis dari peumpamaan, maka menyerupai anda melihat matahari di siang bolong dan rembulan pada dikala purnama sebagaimana disabdakan orang yang paling benar ucapannya. Itu semua ada dalam buku-buku hadist yang shahih, sunan-sunan dan musnad. Diantaranya ialah hadist riwayat Jarir, shuhaib, Anas, Abu Hurairah, Abu Musa dan Abu sa'id. Coba dengarkan ketika penyeru memanggil, "Wahai sekalian penghuni surga, sesungguhnya Rabb kalian meminta kalian berkunjung kepada-Nya, maka mari kita berkunjung kepada-Nya!" penghuni nirwana menjawab, "Kami dengar dan patuh." Kemudian mereka segera bangun untuk berkunjung kepada-Nya. Mereka terkejut tiba-tiba unta telah disiapkan untuk mereka. Lalu mereka naik ke atas unta tersebut dan berjalan dengan cepat sampai berhenti di lembah yang harum yang dijadikan daerah untuk berkumpul. Mereka berkumpul di lembah tersebut. Tidak ada satupun malaikat yang meninggalkan mereka sendirian. Rabb Tabaraka wa Ta'ala meminta kursi-Nya diambil kemudian bangku tersebut ditempatkan di lembah tersebut. Dan bagi mereka disiapkan mimbar dari cahaya, mutiara lu'lu', mutiara zabarjad, emas dan perak. Penghuni nirwana yang paing rendah kelas dan bahwasanya tidak ada yang paling rendah kelasnya, duduk diatas bukit pasir dari kesturi. Mereka tidak pernah melihat ada orang yang memiliki bangku seindah bangku mereka. Hingga ketika mereka telah duduk di kursinya masing-masing dan daerah mereka aman, penyeru memanggil, "Wahai penghuni surga, sesungguhnya kalian memiliki kesepakatan disisi Allah yang hendak Allah berikan kepada kalian." Mereka berkata, "Janji apa yang dimaksud? Bukankah Allah telah menciptakan wajah kami putih, memperberat timbangan kami, memasukkan kami ke dalam nirwana dan menjauhkan kami dari neraka?" Ketika mereka dalam keadaan sperti itu, tiba-tiba sinar memancar. nirwana bercahaya sebab sinar tersebut. Mereka mengangkat kepalanya ternyata Allah Al-Jabbar Yang Mahamulia dan suci asma'-Nya melihat mereka dari atas mereka dan berfirman, "Wahai penghuni surga, salam sejahtera untuk kalian." salam tersebut, mereka jawab dengan bunyi mereka yang paling merdu, "Ya Allah, Engkau ialah kesejahteraan dan dari Engkaulah kesejahteraan itu. Engkau Mahamulia, Wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kebesaran." Lalu Allah Tabaraka wa Ta'ala menampakkan Diri kepada mereka dan tertawa kepada mereka dan berfirman, "Wahai penghuni surga!" Pertama kali yang mereka dengar dari Allah adalah, "Mana hamba-hamba-Ku yang taat kepada-Ku tanpa melihat-Ku. Inilah hari penambahan itu!" Mereka bersepakat terhadap terhadap satu kalimat, "Kami telah ridha, maka ridhailah kami!" Allah berfirman, "Wahai penghuni surga, bila Aku tidak ridha kepada kalian, maka saya tidak menempatkan kalian ke dalam surga-Ku. Ini ialah hari penambahan, maka mintalah apa saja kepada-Ku!" Mereka bersepakat terhadap satu permintaan, "Perlihatkan Wajah-Mu biar kami sanggup melihat-Nya!" Kemudian tirai dibuka dan Allah terlihat oleh mereka. Cahaya Allah menutupi mereka. sekiranya Allah memutuskan mereka terbakar, maka mereka niscaya terbakar. semua yang ada dalam lembah tersebut berbicara dengan Allah sampai Allah berkata, "Hai Fulan, ingatkah engkau bah8a pada suatu hari engkau melaksanakan ini dan itu?" Allah Ta'ala juga menyebutkan beberapa pelanggaran yang telah dikerjakannya. Kata orang tersebut, "Wahai Tuhanku, apakah Engkau tidak memberi ampunan kepadaku?" Firman Allah, "Justru sebab ampunan-Ku, engkau datang di tempatmu ini"

Duhai, betapa nikmatnya pendengaran mendengar bunyi tersebut. Betapa sejuknya mata melihat Wajah Allah Yang Mahamulia di negeri akhirat. Dan alangkah ruginya orang-orang yang kembali dengan membawa kerugian.

"Wajah-wajah (orang-orang Mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannya mereka melihat. Dan wajah-wajah (orang-orang kafir) pada hari itu muram. Mereka yakin akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang amat dahsyat" (Al-Qiyamah: 22-25)

seorang penyair berkata,

"Mari kita menuju nirwana Aden
karena ia ialah daerah tinggal kita yang pertama
dan dalamnya terdapat kemah-kemah
namun tragisnya kita tertawa oleh musuh
duhai, dapatkah suatu dikala kita pulang ke tanah air kita dengan selamat"

Sumber http://campusnancy.blogspot.com

Thursday, January 12, 2017

Mengundi Nasib Memakai Anak Panah


...Dan diharamkan mengundi nasib memakai anak panah... (QS Al-Maidah: 3)

Orang-orang Arab mengundi nasib dengan sesuatu yang disebut Al-Azlam atau anak panah yang tidak ada bulunya. Anak panah itu ada tiga jenis:
Satu jenis ditulis dengan kata "YA"
Satu lagi ditulis dengan kata "TIDAK"
Dan jenis ketiga dengan kata "DIBIARKAN"
Mereka mengundi nasib untuk memilih apa yang akan dilakukan, ibarat bepergian, menikah, atau lain-lainnya dengan memakai anak panah itu. Jika yang keluar goresan pena "YA", mereka melaksanakannya dan kalau yang keluar yakni goresan pena "TIDAK", mereka menangguhkannya pada tahun itu sampai mereka melakukannya lagi. Jika yang muncul yakni goresan pena "DIBIARKAN", mereka mengulangi undiannya.

Sumber http://campusnancy.blogspot.com

Tuesday, January 10, 2017

Hasan Si Asing - Catatan Ibnu Bathuthah


Ini catatan Ibnu Bathuthah selama Perjalanannya keliling dunia. Dan ini catatan sewaktu dia mengunjungi Makkah.

Selama saya di Makkah, saya sempat bertemu dengan Hasan Al-Maghribi, "Si Gila". Kelakuannya aneh. Sebelumnya, ia ialah insan yang waras akalnya. Ia bekerja sebagai abdi seorang wali Allah yang berjulukan Najmuddin Al-Ashabahi.
Diceritakan, Hasan "Si Gila" ialah orang yang rajin melaksanakan thawaf.
Pada suatu malam, ketika tengah melaksanakan thawaf, ia melihat seorang fakir yang banyak melaksanakan thawaf. Sementara disiang hari ia tidak melihat orang fakir itu.
Pada malam berikutnya, ia menemui orang fakir itu. Ia menanyakan keadaan orang fakir itu. Si fakir menjawab, "Hasan, ibumu menangisimu. Ia ingin berjumpa denganmu. Ibumu ialah seorang hamba Allah yang salehah. Apakah engkau ingin bertemu dengannya?"
"Iya, saya ingin melihat beliau. Tetapi, saya tidak dapat melakukannya," kata Hasan.
"Kita akan bertemu besok malam, insya Allah," kata orang fakir itu.
Malam berikutnya, bertepatan dengan malam jumat, Hasan menemui orang fakir itu di daerah yang telah disepakati.
Hasan melaksanakan thawaf, lalu keluar mengikuti orang fakir, menuju Pintu Ma'la. Orang fakir itu menyuruhnya memejamkan mata dan Hasan melaksanakan perintah itu. "Sebentar lagi, kau akan melihat negerimu," kata orang fakir.
"Iya," jawab Hasan.
"Inilah negerimu," kata orang fakir.
Hasan membuka kedua matanya, dan ternyata kini ia berada di depan pintu ibunya. Ia lantas masuk ke dalam rumah dan tidak memahami apa yang bersama-sama terjadi. Ia menginap di rumah ibunya itu selama setengah bulan.
Menurutku, negeri Hasan berjulukan Kota Asfahasan keluar rumah, menuju pemakaman. Disana, ia bertemu dengan orang fakir, sahabatnya,
"Bagaimana kabarmu," tanya orang fakir.
"Tuan, saya rindu kepada Tuan Syaikh Najmuddin. Aku telah melupakan kebiasaanku, saya meninggalkannya beberapa hari ini. Aku ingin Tuan mengembalikanku kepada Syaikh Najmuddin."
"Ya"
Orang fakir berjanji akan bertemu di pemakaman itu di malam hari. Setelah mereka bertemu, orang fakir menyuruh Hasan melaksanakan apa yang dilakukan di Makkah, memejamkan mata, dan berpegangan pada orang fakir. Dalam sekejap, Hasan telah berada kembali di Makkah.
Orang fakir menyuruh supaya Hasan tidak menceritakan apa yang terjadi dengan dirinya pada Syaikh Najmuddin atau kepada orang lain.
Hasan bertemu dengan Syaikh Najmuddin. "Kemana saja kau beberapa hari ini, Hasan?" tanya Syaikh Najmuddin. Pada mulanya Hasan enggan untuk bercerita, namun sesudah didesak ia terpaksa berterus-terang.
"Tunjukkan! Di mana orang fakir itu?" perintah Syaikh Najmuddin.
Pada malam berikutnya, mereka berdua menemui orang fakir di daerah biasanya.
"Tuan, inilah orangnya," kata Hasan kepada Syaikh Najmuddin.
Orang fakir itu mendengar ucapan Hasan. Ia memukul verbal Hasan dengan tangannya sambil berkata, "Diamlah! Semoga Allah membuatmu bisu!"
Sejak ketika itu, Hasan tidak dapat berbicara dan hilang akalnya. Ia lalu menetap di Masjidil Haram siang dan malam, tidak berwudhu dan tidak shalat. Orang-orang bertabarruk dengannya dan memberinya pakaian. Jika lapar, ia pergi ke pasar yang berada di antara Shafa dan Marwa. Ia masuk ke sembarang warung, dan memakan apa saja yang ia suka. Tidak ada seorang pun yang melarangnya, bahkan mereka bahagia kalau Hasan makan di warungnya. Karena sesudah itu, mereka mendapat berkah dan laba besar dalam berdagang. Setiap kali Hasan tiba ke pasar, setiap orang melambaikan tangan supaya Hasan sudi makan di warungnya, alasannya ialah mencicipi berkahnya. Hal yang sama juga dilakukan oleh penjual minuman. Mereka membiarkan Hasan minum sesuka hatinya.
Kebiasaan Hasan berlangsung sampai tahun 28. Pada tahun ini, Amir Saifuddin Yamlik melaksanakan ibadah haji, dan membawa  Hasan ke negerinya di Mesir. Setelah itu, kabar Hasan tidak terdengar lagi.

Sumber http://campusnancy.blogspot.com

Monday, January 9, 2017

Dua Lautan Yang Tak Menyatu

Baru sanggup kiriman gambar di Facebook. Dia sudah usang ingin gambar tersebut, dan gres kali ini gres sanggup dimiliki. Dan tak lupa ia mengutip kitab suci Al-Qur'an dalam postingannya yang memang sangat sesuai dengan fenomena alam tersebut. 
Dia membiarkan dua lautan mengalir yg keduanya lalu bertemu. Antara keduanya ada batas yg tidak dilampaui masing-masing. Maka nikmat Tuhan kau manakah yg kau dustakan?" (Q.S. Ar-Rahman:19-21)
"Dan Dialah yg membiarkan 2 bahari yg mengalir (berdampingan); yg ini tawar lagi segar & yg lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yg menghalangi" (QS. 25:53)
Dua lautan yg tidak bercampur itu terletak di Selat Gibraltar, selat yg memisahkan benua Afrika & Eropa, tepatnya antara negera Moroko & Spanyol.

Lalu bagaimana fenomena alam itu berdasarkan ilmu pengetahuan?
Secara ilmiah, balasan dari pertanyaan tersebut yaitu alasannya yaitu kandungan dari air bahari keduanya berbeda. Seperti air dan minyak. Begitu pula dengan air bahari tersebut, keduanya mempunyai kandungan yang berbeda satu dengan yang lain, menyerupai kepadatan, suhu, salinitas (tingkat kadar garam). 



Sumber http://campusnancy.blogspot.com

Saturday, January 7, 2017

Kedatangan Ibnu Bathuthah Ke Nusantara

Sultan Jawa (Pada masa kemudian Nusantara disebut Jawa oleh orang-orang Arab) berjulukan Sultan Malik Azh-Zhahir. Ia termasuk sosok yang disegani dan dihormati. Lebih dari itu, ia termasuk penganut Mazhab Syafi'i. Ia juga sangat menyayangi para fuqaha yang tiba ke majelisnya untuk bertukar pendapat. masyarakat mengenalnya sebagai sosok yang bahagia berjihad dan berperang, namun juga rendah hati. Ia tiba ke masjid untuk menunaikan shalat Jumat dengan berjalan kaki. Para penduduk Jawa (Nusantara) lebih banyak didominasi bermazhab Syafi'iyyah. Mereka bahagia berjihad bersama sultan, sampai mereka memenangkan peperangan melawan orang-orang kafir. Bahkan, orang-orang kafir membayar jizyah kepada sultan sebagai bentuk perdamaian.

Ketika kami hendak memasuki istana sultan, di dekatnya kami menjumpai beberapa tombak ditancapkan di kanan dan kiri jalan. Ini sebagai tanda supaya orang yang berkendara diharap turun. Akhirnya kami turun dan masuk ke balai istana. Di sana kami berjumpa dengan wakil sultan yang berjulukan Umdatul Malik. Ia bangun mengucapkan salam sambil menyalami kami. Kemudian kami duduk bersamanya. Tidak usang kemudian, ia menulis surat kepada sultan untuk memberitahukan kedatangan kami. Lalu surat itu dilipat dan diberikan kepada pelayannya. Biasanya, tanggapan dari sultan akan ditulis dibalik surat tersebut. Beberapa ketika kemudian, pelayan tiba sambil membawa kotak pakaian. Wakil sultan mengambilnya dan saya juga ikut mengambilnya. Setelah itu saya dipersilahkan masuk ke sebuah ruangan peristirahatan. Biasanya, wakil sultan pergi ke balai istana sehabis shalat subuh dan tidak pulang kecuali setelah shalat isya' akhir. Begitu juga para menteri dan pembesar kerajaan. Wakil sultan mengambil tiga jenis kain dari kotak pakaian tersebut: yang pertama, kain sutra murni; yang kedua kain sutra bercampur katun; dan yang ketiga kain sutra bercampur kapas.

Kemudian para pelayan tiba membawa makanan. Makanan yang dikeluarkan berupa nasi dengan beraneka ragam lauk. Setelah itu, didatangkan daun sirih sebagai menandakan program selesai. Kami kemudian mengambil daun sirih tersebut dan berdiri. Wakil sultan juga bangun untuk menghormat kami. Kami kemudian keluar dari balai dan menuju kuda tunggangan. Wakil sultan juga mengambil kuda tunggangan. Setelah itu, kami pergi ke sebuah kebun yang diberi pagar kayu. Ditengah-tengah kebun terdapat rumah yang terbuat dari kayu. Di belahan bawah rumah tersebut dihampari tikar.

Menurut kebiasaan sultan bahwa tamu yang tiba dari jauh harus diterima menghadapnya tiga hari setelah tiba, semoga letihnya perjalanan menjadi hilang. Aku kemudian ditempatkan di bait adh-dhuyuf (wisma tamu) yang terletak di tengah-tengah taman yang rindang, dengan pepohonan hijau dan bunga-bunga beraneka rupa. Para pelayan di wisma tamu itu terdiri dari belum dewasa muda yang peramah. Kecuali nasi dan roti semacam martabak (roti cane), saya dihidangi aneka buah-buahan, menyerupai pisang, apel, anggur, rambutan, dan sebagainya. hari keempat, saya masih beristirahat di wisma tamu yang glamor itu. Saat itu, kebetulan hari Jumat. Menteri Luar Negeri Al-Isfahany memberitahuku bahwa saya akan diterima menghadap sultan setelah shalat Jumat, bertempat di aula khusus masjid jami' itu. Setelah semua berkumpul, saya memperhatikan, yang mana Sultan Malik Azh-Zhahir diantara ribuan jamaah masjid jami' yang luas itu. Semua orang sama, berpakaian putih. Juga tidak tersedia daerah khusus bagi sultan dan tidak ada orang yang diberi penghormatan menyerupai layaknya para raja di zaman itu. "Apakah sultan sakit sehingga tidak ke Masjid?" tanyaku dalam hati. Selesai shalat Jumat, Al-Isfahany mempersilahkan saya memasuki aula masjid yang luas itu, dan saya diperkenalkan kepada Sultan Malik Azh-Zhahir yang telah terlebih dahulu masuk ke aula dan masih berpakaian putih. Di dalam aula yang berwibawa  itu, telah tiba terlebih dahulu para menteri, para ulama terkemuka, para pemimpin rakyat, dan para perempuan yang menggunakan jilbab. Aku didudukkan disebelah kanan sultan. Selesai makan siang bersama, dilanjutkan dengan diskusi yang membahas aneka macam duduk perkara dalam negeri dan agama, juga duduk perkara ekonomi, kesejahteraan rakyat, sosial budaya, dan sebagainya. Diskusi yang berlangsung hampir tiga jam itu sangat menarik. Semula yang hadir mengemukakan pendapatnya masing-masing, sekalipun kadang kala mengeritik budi sultan. Semua pendapat diterima sultan dengan senyum yang sejuk. Setelah waktu shalat ashar, semua kembali keruang masjid dan sama-sama melaksanakan shalat. Usai shalat ashar, Sultan Malik Azh-Zhahir menghilang kedalam bilik khusus, dan lima belas menit kemudian dia keluar sudah bukan demgam pakaian putih lagi, tetapi dengan pakaian kebesaran raja. Dengan menunggang kuda dan diiringi para pengawalnya, sultan pulang ke istana. Dikiri dan kanan jalan rakyat berjejer mengelu-elukan sultan yang adil itu. Aku berpikir, rupanya waktu berangkat dari istana menuju masjid, sultan hanyalah hamba Allah yang biasa menyerupai rakyat lainnya, tetapi waktu pulang ke istana barulah dia tampil sebagai sultan dari kerajaan Samudra Pasai.

Aku mendapati bahwa kerajaan Samudra Pasai yaitu kerajaan Islam pertama yang bangun di tanah melayu. Ternyata, kerajaan Samudra Pasai telah memiliki tamaddun (peradaban) dan relasi luar negeri yang baik. Di Aceh saya tinggal selama 15 hari, kemudian melanjutkan perjalanan ke Cina.

Sumber http://campusnancy.blogspot.com

Friday, January 6, 2017

Kedudukan Perempuan Berdasarkan Pandangan Islam


Ketika Islam datang, perempuan berada dalam keadaan hina-dina, baik dalam teori maupun implementasinya, baik itu pada umat dan bangsa yang terdahulu maupun pada kaum jahiliah Arab.

Kehancuran bangsa-bangsa dan umat-umat terdahulu dalam lumpur pecah-belah, kemusnahan dan ketakberdayaan, hanya alasannya fondasi dasar persatuannya dan elemen utama dalam membentuk masyarakat lemah, rusak, dan terabaikan, yaitu keluarga, sementara yang menjadi pilar dalam keluarga yaitu wanita, meskipun suami dan bawah umur juga merupakan elemen dan embel-embel keluarga, tapi perempuan merupakan elemen pokoknya.

Oleh alasannya itu, Islam mengangkat derajat perempuan dari jurang kehinaan, menaikkannya dari kerendahan, mengembalikan kemanusiaan dan martabatnya, meletakkannya di altar yang sesuai, dan memperlihatkan garis-garis istimewa sebagai batasan yang menggambarkan bangunan jatidirinya dalam kehidupan langsung maupun sosial.

Allah SWT berfirman:
Dan di antara gejala kekuasaan-Nya ialah Dia membuat untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kau cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat gejala bagi kaum yang berpikir (QS. Ar-Rum: 21)
Dialah yang membuat kau dari diri yang satu dan daripadanya Dia membuat istrinya, biar ia merasa bahagia (tenteram) kepadanya. (QS. Al-A’raf: 189)
Mereka itu yaitu pakaian bagimu, dan kamupun yaitu pakaian bagi mereka (QS. Al-Baqarah: 187)
Rasulullah saw bersabda, “Perlakukanlah kaum perempuan dengan baik, alasannya mereka diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, sedangkan bab tulang rusuk yang paling bengkok ada pada bab ujungnya, kalau engkau luruskan, maka ia akan patah, kalau engkau biarkan, maka ia akan tetap bengkok, perlakukanlah kaum perempuan dengan baik” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Islam memperhatikan kaum perempuan dari dua segi:

Segi Kemanusiaan
Dari segi kemanusiaan, perempuan semenjak dahulu terabaikan, ia hanya dijadikan alat untuk memperlihatkan kenikmatan atau digambarkan dalam bentuk iblis yang menjijikkan dan memuakkan yang diwaspadai makar dan tipuannya. Oleh alasannya itu, Islam yang agung memperlihatkan batasan dan mengatur unsur biologis dengan perkawinan kamudian membuktikan tatacara berinteraksi dalam rumah tangga dan memformalkannya dengan sejumlah metode dasar interaksi dalam rumah tangga dan korelasi kekeluargaan.
Islam menghapus sebersih-bersihnya sifat iblis yang digambarkan pada perempuan dan mengembalikan kemanusiaannya kepada batas-batas yang agung, dan tetapkan prinsip-prinsip dasar bahwa perempuan yaitu saudara laki-laki, mereka diciptakan dari tanah dan dari elemen yang sama, maka tidak ada perbedaan dan perubahan.

Hak Sosial
Wanita sebelum Islam tidak mempunyai hak berbuat, tidak ada hak untuk mengutarakan pendapatnya, atau ikut serta dalam sebuah tanggung jawab. Mereka tidak boleh berperan dalam hal-hal tersebut alasannya keegoisan laki-laki, kebodohan, dan otoriternya dalam setiap hak, sedangkan Islam menolak semua kekeliruan itu, bahkan memperlihatkan yang terbaik. Allah SWT berfirman:
Dan para perempuan mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya berdasarkan cara yang ma’ruf (QS. Al-Baqarah: 228)
Bagi kaum pria ada bab daripada apa yang mereka usahakan, dan bagi kaum perempuan pun ada bab dari apa yang mereka usahakan (QS. An-Nisa’: 32)
Maka dengan dasar ini, Islam meletakkan perempuan dihadapan tanggung jawabnya melalui konteks kemanusiaan, sosial, kebebasan, dan keagungan.

Sumber: Etika Muslimah
Karya: Syekh 'Ukkasyah Abdul Mannan ath-Thayyibibi

Sumber http://campusnancy.blogspot.com

Thursday, January 5, 2017

Masuknya Islam Ke Spanyol (1/2)

Spanyol diduduki umat Islam pada zaman Khalifah Al-Walid (705-715 M), salah seorang khalifah dari Bani Umayah yang berpusat di Damaskus. Sebelum penaklukan Spanyol, umat Islam telah  menguasai Afrika Utara dan
menjadikannya sebagai salah satu propinsi dari dinasti Bani Umayah. Penguasaan sepenuhnya atas Afrika Utara itu terjadi di zaman Khalifah Abdul Malik (685-705 M) Khalifah Abd Al-Malik mengangkat Hasan ibn Nu’man Al-Ghassani menjadi gubernur di daerah itu. Pada Masa Khalifah Al-Walid, Hasan ibn Nu’man sudah digantikan oleh Musa ibn Nushair. Di Zaman Al-Walid itu, Musa ibn Nushair memperluas wilayah kekuasaannya dengan menduduki Aljazair  dan Marokko. Selain itu, ia juga menyempurnakan penaklukan ke daerah-daerah bekas kekuasaan bangsa Barbar di pegunungan-pegunungan, sehingga mereka menyatakan setia dan berjanji tidak akan menciptakan kekacauan-kekacauan menyerupai yang pernah mereka lakukan sebelumnya. Penaklukan atas wilayah Afrika Utara itu pertama kali dikalahkan hingga menjadi salah satu propinsi dari Khalifah Bani Umayah memakan waktu selama 53 tahun, yaitu mulai tahun 30 H (masa pemerintahan Muawiyah ibn Abi Sufyan) hingga tahun 83 H (masa Al-Walid). Sebelum dikalahkan dan lalu dikuasai Islam, dikawasan ini terdapat kantung-kantung yang menjadi basis kekuasaan kerajaan Romawi, yaitu kerajaan Gothik. Kerajaan ini sering menghasut penduduk biar menciptakan kerusuhan dan menentang kekuasaan Islam. Setelah daerah ini betul-betul sanggup dikuasai, umat Islam mulai memusatkan perhatiannya untuk menaklukkan Spanyol. Dengan demikian, Afrika Utara menjadi watu loncatan bagi kaum Muslimin dalam menaklukkan wilayah Spanyol.

Dalam proses penaklukan Spanyol terdapat tiga jagoan Islam yang sanggup dikatakan paling berjasa memimpin satuan-satuan pasukan ke sana. Mereka ialah Tharif ibn Malik, Thariq ibn Ziyad, dan Musa ibn Nushair. Tharif sanggup disebut sebagai perintis dan penyelidik. Ia menyeberangi selat yang berada diantara Maroko d an benua Eropa itu dengan satu pasukan perang, lima ratus orang di antaranya  adalah  tentara berkuda, mereka menaiki empat buah kapal yang disediakan oleh Julian. Dalam penyerbuan itu, Tharif tidak menerima perlawanan yang berarti. Ia menang dan kembali ke Afrika Utara membawa harta rampasan yang tidak sedikit jumlahnya. Didorong oleh keberhasilan Tharif dan kemelut yang terjadi dalam badan kerajaan Visighotic yang berkuasa di Spanyol pada ketika itu, serta dorongan yang besar untuk memperoleh  harta rampasan perang, Musa ibn Nushair pada tahun 711 M mengirim pasukan ke Spanyol sebanyak 7000 orang di bawah pimpinan Thariq ibn Ziyad.

Thariq ibn Ziyad lebih banyak dikenal sebagai penakluk Spanyol, alasannya ialah pasukkannya lebih besar dan kesudahannya lebih nyata. Pasukannya terdiri dari sebagian besar suku Barbar yang didukung oleh Musa ibn Nushair dan sebagian lagi orang Arab yang dikirim Khalifah Al-Walid. Pasukan itu lalu menyeberangi selat di bawah pimpinan Thariq ibn Ziyad. Sebuah gunung tempat pertama kali Thariq ibn Ziyad dan pasukannya mendarat dan menyiapkan pasukannya , dikenal dengan nama Gibraltar (Jabal Thariq). Dengan dikuasainya daerah ini, maka terbukalah pintu secara luas untuk memasuki Spanyol. Dalam pertempuran disuatu tempat yang berjulukan Bakkah, Raja Roderick sanggup dikalahkan. Dari situ Thariq dan pasukannya terus menaklukkan kota-kota penting, menyerupai Cordova, Granada, dan Toledo (ibu kota kerajaan Goth ketika itu). Sebelum Thariq menaklukkan kota Toledo, ia meminta pelengkap pasukan kepada Musa ibn Nushair di Afrika Utara. Musa mengirimkan pelengkap pasukan sebanyak 5000 personel, sehingga jumlah pasukan Thariq seluruhnya 12.000 orang. Jumlah ini belum sebanding dengan pasukan Gothik yang jauh lebih besar, 100.000 orang.

Kemenangan pertama yang dicapai oleh Thariq ibn Ziyad membuka jalan untuk penaklukan wilayah yang lebih luas lagi. Untuk itu, Musa ibn Nushair merasa  perlu melibatkan diri dalam gelanggang pertempuran dengan maksud membantu usaha Thariq. Dengan suatu pasukan yang besar, ia berangkat menyeberangi selat itu dan satu per satu kota yang dilewatinya sanggup ditaklukkanya. Setelah Musa berhasil menaklukkan Sidonia, Karmona, Seville, dan Merida serta mengalahkan penguasa kerajaan Gothik, Theodomir di Oriheula, ia bergabung dengan Thariq di Toledo. Selanjutnya, keduanya berhasil menguasai seluruh kota penting di Spanyol, termasuk bab utaranya, mulai dari Saragosa hingga Navarre.

Gelombang ekspansi wilayah berikutnya muncul pada masa pemerintahan Khalifah Umar ibn Abdil Aziz tahun 99 H/717 M. Kali ini, target ditujukan untuk menguasai daerah sekitar pegunungan Pyrenia dan Perancis Selatan. Pimpinan pasukan dipercayakan kepada Al-Samah, tetapi usahanya itu gagal dan ia sendiri terbunuh pada tahun 102 H. Selanjutnya, pimpinan pasukan diserahkan kepada Abd Al-rahman ibn Abdullah Al-Ghafiqi. Dengan pasukannya, ia menyerang kota Bordesu, Poiter, dan dari sini ia mencoba menyerang kota Tours. Akan tetapi, di antara kota Poiter dan Tours itu ia ditahan oleh Charles Martel, sehingga penyerangan ke Perancis gagal dan tentara yang dipimpinnya mundur kembali ke Spanyol.

Sesudah itu, masih juga terdapat penyerangan-penyerangan, menyerupai ke Avirignon tahun 724 M, ke Lyon tahun 743 M, dan pulau-pulau yang terdapat di Laut Tengah. Majorca, Corsia, Sardinia, Creta, Rhodes, Cyprus, dan sebagian dari Sicillia juga jatuh ke  tangan Islam di zaman Bani Umayah. Gelombang kedua terbesar dari penyerbuan kaum muslimin yang geraknya dimulai pada permulaan kala ke-8 M ini, telah menjangkau keseluruh Spanyol dan melebar jauh menjangkau Prancis Tengah dan bagian-bagian penting dari Italia.


Sumber: Sejarah Peradaban Islam
Oleh: Dr. Badri Yatim, MA

Sumber http://campusnancy.blogspot.com

Kapan Terjadinya Lailatul Qodr?



Termasuk keistimewaan bulan Romadhon atas seluruh bulan ialah adanya malam kemuliaan atau yang disebut dengan "Lailatul Qodr". Malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Malam dimana para malaikat Allah dan malaikat Jibril turun ke bumi. 

Malam yang penuh berkah ini berlangsung di antara sepuluh malam terakhir bulan Romadhon, khususnya di malam-malam ganjil. Rosulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda:

فيه ليلة خير من ألف شهر من حرم خيرها فقد حرم

"Di bulan Romadhon itu ada suatu malam yang keutamaannya lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang diharomkan dari kebaikan pada malam itu, maka sungguh beliau telah dijauhkan dari kebaikan." (HR. 'Abdurrozzaq 4/175, Ahmad 2/385, An-Nasa'i 4/129)

Beliau juga bersabda, "Carilah Lailatul Qodr di sepuluh malam terakhir dari bulan Romadhon.” (HR. Al-Bukhori 2020 dan Muslim 1169)

Lailatul Qodr tidak terjadi hanya dalam satu waktu, akan tetapi berpindah-pindah dari tahun ke tahun sebagaimana yang diriwayatkan oleh para Shohabat Nabi rodhiyallahu 'anhum:

1. Abu Sa’id Al-Khudri meriwayatkan, Lailatul Qodr terjadi pada malam ke 21 Romadhon (Shohih Al-Bukhori 1877 dan Muslim 1995) ialah ditandai dengan langit jelas tidak berawan dan lalu turun hujan pada malam harinya menjelang shubuh. 

2. Abdullah bin Unais meriwayatkan, Lailatul Qodr terjadi pada malam ke 23 Romadhon yang juga ditandai dengan turun hujan pada malam harinya menjelang shubuh (Shohih Muslim 1997)

3. Ibnu ‘Abbas meriwayatkan, Lailatul Qodr terjadi pada malam ke 24 Romadhon (Musnad At-Thoyalisi 2167 - Fat-hul Bari 4/262)

4. Ubay bin Ka’ab meriwayatkan, Lailatul Qodr terjadi pada malam ke 27 Romadhon dan ditandai keesokan harinya dengan matahari yang terbit dengan sinar yang tidak memancar berpengaruh (Shohih Muslim 1999)

5. Abu Huroiroh meriwayatkan, Lailatul Qodr terjadi pada malam 27 atau 29 Romadhon. (Musnad At-Thoyalisi 2545)

Adapun pendapat sebagian kalangan bahwa malam yang agung itu sudah diangkat oleh Allah maka ini pendapat yang batil. Abdullah bin Yahnus berkata, saya tanyakan kepada Abu Huroiroh:

زعموا أن ليلة القدر رُفعت! قال: كذب من قال ذلك

“Ada orang menyangka bahwa Lailatul Qodr sudah diangkat (tidak akan terjadi lagi)?” Maka Abu Huroiroh menyangkal, “Telah dusta orang yang mengatakannya.” (Riwayat ‘Abdurrozzaq 4/252)

Al-Imam Al-Mutawalli Asy-Syafi’i menghikayatkan bahwa omongan menyerupai itu (Lailatul Qodr tidak akan terjadi lagi) berasal dari kalangan Syiah Rofidhoh. (At-Tatimmah)

Lailatul Qodr akan senantiasa berlangsung setiap tahun di antara sepuluh malam terakhir bulan Romadhon. Terjadinya malam yang agung itu ditandai dengan ciri-cirinya yang nampak di malam hari dan di keesokan harinya. Maka persiapkan diri dengan amalan ketaatan, sholat, membaca Qur'an, berdzikir, berdoa dan beristighfar.

Hanya orang-orang yang diberi tawfiq oleh Allah yang akan meraih keutamaannya dan diampuni dosa-dosanya. Alloohumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni.

manhajulhaq

Fikri Abul Hasan

Telegram Channel
http://bit.ly/2o6nfMe

Sumber http://campusnancy.blogspot.com

Wednesday, January 4, 2017

Fiqh Seputar I'tikaf


Pengertian i'tikaf secara bahasa yakni "al-iqomah" (menetap) di suatu daerah dan bertahan (Lisanul 'Arob 9/255). Sedangkan secara istilah yakni tinggal di masjid yang dilakukan oleh orang yang khusus dengan ketentuan yang khusus pula. (Al-Mughni 6/208, Syarh Shohih Muslim 4/201)


Syaikh Al-'Allamah Al-'Utsaimin berkata, "I’tikaf yakni tinggal di dalam masjid dalam rangka melaksanakan amalan-amalan ketaatan kepada Allah 'azza wa jall." (Syarh Riyadhussholihin - Kitab "Al-I'tikaf)

Allah berfirman:

 ولا تباشروهن وأنتم عاكفون في المساجد

“Dan janganlah kalian campuri mereka itu (isteri), sedang kalian beri'tikaf di dalam masjid.” (Al-Baqoroh: 187)

Ayat ini menjadi dalil bagi para Ulama bahwa i'tikaf berlaku di seluruh masjid atau musholla yang di dalamnya ditegakkan sholat berjama'ah lima waktu. Al-Imam Al-Bukhori meletakkan satu penggalan khusus dalam kitab Shohih ia yang berjudul:

 باب الاعتكاف في العشر الأواخر والاعتكاف في المساجد كلها

“Bab I’tikaf di Sepuluh Hari Terakhir Bulan Romadhon dan I’tikaf di Seluruh Masjid.”

Adapun hadits Hudzaifah, “Tidak ada i’tikaf kecuali di tiga masjid, Masjidil Harom, Masjidil Aqsho dan Masjid An-Nabawi", ini dibawa kepada pemahaman afdholiyyah (keutamaan). Artinya tidak ada masjid yang lebih utama untuk beri'tikaf di dalamnya kecuali di tiga masjid tersebut.

Hukum I'tikaf dan Batas Minimal Waktunya

Para Ulama telah berijma' (sepakat) bahwa i'tikaf hukumnya sunnah kecuali i'tikaf nadzar. Dan lebih ditekankan lagi ajuan i'tikaf ini bila dilakukan pada 10 hari terakhir bulan Romadhon. (Al-Majmu' 6/475, Al-Ijma' Ibnul Mundzir 53)

‘Umar bin Al-Khotthob rodhiyallahu ‘anhu pernah berkata:

كنت نذرت في الجاهلية أن أعتكف ليلة في المسجد الحرام قال فأوف بنذرك

“Wahai Rosulullah, saya pernah bernadzar di masa jahiliyyah untuk beri’tikaf selama semalam di masjidil Harom. Beliau bersabda, tunaikanlah nadzarmu." (HR. Al-Bukhori 1891)

Jumhur Ulama beropini bahwa waktu minimal i'tikaf cukup tinggal sesaat di masjid. Boleh menetap usang di masjid atau bahkan sesaat saja (Al-Majmu’ 6/489). Pendapat inilah yang lebih kuat, karena tidak ada dalil shohih dan shorih yang mengatakan batas minimal waktunya sebagaimana yang ditegaskan oleh Syaikh Al-'Allamah Abdul 'Aziz bin Baz.

Ya'la bin Umayyah rodhiyallahu 'anhu berkata:

إني لأمكث في المسجد الساعة وما أمكث إلا لأعتكف

"Sungguh saya pernah berdiam di masjid beberapa ketika dan tidaklah saya berdiam selain untuk beri’tikaf." (Riwayat Abdurrozzaq dalam Mushonnafnya)

Makara bagi siapa saja yang siangnya bekerja, sedang kesempatan beri'tikaf hanya sanggup dilakukan di waktu malam maka itu sudah termasuk i'tikaf.

Kendati yang lebih utama beri'tikaf secara penuh selama sepuluh hari terakhir bulan Romadhon, menetap di dalam masjid dengan mengamalkan ibadah-ibadah khusus menyerupai sholat, membaca Qur'an, berdzikir, berdoa dan bertaubat kepada Allah, serta tidak keluar dari masjid kecuali alasannya yakni adanya hajat. Dari Ibnu Umar rodhiyallahu ‘anhuma berkata:

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يعتكف العشر الأواخر من رمضان 

“Dahulu Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Romadhon.” (HR. Al-Bukhori 2025 dan Muslim 1171)

Dari ‘Aisyah rodhiyallahu ‘anha:

كان يعتكف العشر الأواخر من رمضان حتى توفاه الله تعالى ثم اعتكف أزواجه من بعده

“Dahulu ia beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Romadhon hingga Allah mewafatkannya, lalu isteri-isteri ia beri’tikaf sepeninggalnya.” (HR. Al-Bukhori 2026 dan Muslim 1172)

ان النبي صلى الله عليه وسلم يخرج رأسه من المسجد وهو معتكف 

"Bahwa Nabi shollallahu 'alaihi wasallam mengeluarkan kepalanya (untuk disisir dan dibersihkan) dari masjid alasannya yakni ia sedang beri'tikaf." (HR. Al-Bukhori)

Kapan Mulai I'tikaf?

Para Ulama berbeda pendapat kapan orang yang ingin beri'tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Romadhon masuk ke dalam masjid.

Pendapat yang lebih berpengaruh di sisi kami yakni pendapat jumhur Ulama, bahwa i'tikaf dimulai sehabis terbenamnya matahari pada tanggal 21 Romadhon, dan dia masuk ke masjid sebelum matahari terbenam. Pendapat ini yang sesuai dengan lahiriyah hadits, “Dahulu Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Romadhon", sedangkan berpindahnya hari (dalam kalender hijriyyah) dimulai sehabis matahari terbenam sehingga terhitung sepuluh malam.

Adapun simpulan waktu i'tikaf yakni ketika matahari terbenam di simpulan bulan Romadhon dari malam hari raya, ini yang sesuai lahiriyah hadits, alasannya yakni 1 Syawwal terhitung di luar 10 hari terakhir Romadhon, sebagaimana yang ditegaskan oleh para Ulama Syafi'iyyah. Demikian yang dicontohkan Nabi shollallahu 'alaihi wasallam.

Akan tetapi, kalau ingin dilanjutkan hingga Shubuh menjelang sholat 'ied maka sebagian Ulama membolehkannya.

Wanita I'tikaf di Masjid

Bagi perempuan aturan asalnya lebih utama menetap di rumahnya dan keluar bila ada kebutuhan sebagaimana firman Allah ta'ala:

وقرن في بيوتكن ولا تبرجن تبرج الجاهلية الأولی

“Dan hendaklah para perempuan menetap di rumah-rumah kalian, dan janganlah sekali-kali kalian bertabarruj (berhias dan bertingkah laku) menyerupai wanita-wanita jahiliyyah dahulu." (Al-Ahzab: 33)

Bahkan mereka lebih utama sholat di rumahnya sebagaimana sabda Nabi shollallahu 'alaihi wasallam, "Dan rumah-rumah mereka lebih utama bagi mereka." (HR. Ahmad)

Akan tetapi, bagi para perempuan tidak terlarang sholat di masjid selama memperhatikan adab-adabnya, bahkan boleh beri'tikaf menyerupai yang dilakukan isteri-isteri Nabi sepeninggal Nabi shollallahu 'alaihi wasallam selama tempatnya kondusif dari fitnah. Namun bila i'tikafnya itu menghalangi dirinya dari kewajiban terhadap suami atau kewajiban yang lain, maka hal yang wajib harus didahulukan.

manhajulhaq:
Fikri Abul Hasan

Telegram Channel
http://bit.ly/2o6nfMe

Sumber http://campusnancy.blogspot.com

Bolehkah Makan & Minum Sambil Berdiri?


Anas bin Malik berkata:

أن النبي صلى الله عليه وسلم زجر عن الشرب قائما


“Bahwa Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam memperingatkan dari minum sambil berdiri.” (HR. Muslim 2024)


Dari Abu Huroiroh, Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لا يشربن أحد منكم قائما فمن نسي فليستقئ


“Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian minum sambil berdiri. Barangsiapa yang terlupa maka hendaknya dia muntahkan.” (HR. Muslim 2026)

Lafal, "Barangsiapa yang terlupa maka hendaknya dia muntahkan” yakni embel-embel yang dilemahkan oleh para Ulama. (Lihat klarifikasi Syaikh Al-Albani dalam "Silsilah Adh-Dho'ifah" 2/326)

Ibnu ‘Abbas berkata:

سقيت رسول الله صلى الله عليه وسلم من زمزم فشرب قائما


“Aku memberi minum zam-zam kepada Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam maka dia meminumnya sambil berdiri.” (HR. Al-Bukhori 1637 dan Muslim 2027)

Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, dia berkata:

رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم يشرب قائما وقاعدا


“Aku melihat Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam minum sambil bangun dan juga duduk.” (HR. At-Tirmidzi 1883 dan dia berkata "Hasan shohih")

Abdullah bin ‘Umar berkata:

ﻛﻨﺎ ﻧﺄﻛﻞ ﻋﻠﻰ ﻋﻬﺪ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻧﺤﻦ ﻧﻤﺸﻲ ﻭﻧﺸﺮﺏ ﻭﻧﺤﻦ ﻗﻴﺎﻡ


“Kami (para Shohabat) dahulu di masa Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam makan sambil berjalan dan minum sambil berdiri.” (Riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dishohihkan Syaikh Al-Albani dalam “Silsilah Ash-Shohihah” 3178)

“Ali bin Abi Tholib minum sambil berdiri, maka orang-orang melihat dia seolah tidak menyukainya. Kemudian dia berkata, “Apa yang kalian lihat?! Apakah alasannya saya minum sambil berdiri?! Padahal saya melihat Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam minum sambil berdiri, dan kalau saya minum sambil duduk, alasannya sungguh saya juga melihat dia minum sambil duduk.” (Riwayat Ahmad 795, Ath-Thohawi 4/273, Syaikh Ahmad Syakir dalam tahqiq Musnad Imam Ahmad mengatakan, “Hadits ini sanadnya shohih”, Al-Bukhori juga meriwayatkan dalam shohihnya 5615)

Al-Imam An-Nawawi berkata:

ﻭﺍﻟﺼﻮﺍﺏ ﻓﻴﻬﺎ ﺃﻥ ﺍﻟﻨﻬﻰ ﻓﻴﻬﺎ ﻣﺤﻤﻮﻝ ﻋﻠﻰ ﻛﺮﺍﻫﺔ ﺍﻟﺘﻨﺰﻳﻪ ﻭﺃﻣﺎ ﺷﺮﺑﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﺋﻤﺎ ﻓﺒﻴﺎﻥ ﻟﻠﺠﻮﺍﺯ ﻓﻼ ﺍﺷﻜﺎﻝ ﻭﻻ ﺗﻌﺎﺭﺽ ﻭﻫﺬﺍ ﺍﻟﺬﻱ ﺫﻛﺮﻧﺎﻩ


“Dan yang benar dalam problem ini bahwa larangan makan dan minum sambil bangun dibawa kepada aturan makruh tanzih (tidak hingga derajat harom). Sedangkan riwayat yang menawarkan Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam minum sambil bangun itu sebagai dalil akan kebolehannya. Sehingga di sana tidak ada lagi kejanggalan maupun pertentangan menyerupai yang telah kami sebutkan." (Syarh Shohih Muslim 13/195)

Demikian jama' (pengompromian) Al-Imam An-Nawawi dalam mendudukkan riwayat yang nampaknya saling bertentangan antara yang melarang dan yang membolehkan makan minum sambil berdiri. Pendapat ini juga dipegang oleh Al-Hafidzh Ibnu Hajar Al-‘Asqolani, Muhammad Syamsul Haq Al-Adzhim Al-Abadi, serta para Ulama yang tergabung dalam "Lajnah Da’imah" yang diketuai oleh Syaikh Al-'Allamah Abdul 'Aziz bin Baz.

Lalu bagaimana dengan keterangan Syaikh Al-Albani, “Hadits-hadits yang menjelaskan perihal minum dengan bangun digunakan hanya dalam keadaan darurat menyerupai tempatnya sempit atau gelasnya tergantung dan dalam beberapa hadits mengisyaratkan demikian, wallahu a’lam." (Ash-Shohihah 1/289)?

Apa yang disimpulkan oleh Syaikh Al-'Allamah Al-Albani yakni hasil ijtihad dia rohimahullah. Terkait problem ini tidak ada dalil yang shorih (tegas) yang menjelaskan kebolehan minum sambil bangun karena tempatnya sempit.

Syaikh Al-Albani sendiri menyebutkan pendapatnya itu dengan kalimat yang muhtamal (kemungkinan) yaitu, "Hadits yang mengisyaratkan demikian.." Sedangkan riwayat dari Nabi shollallahu 'alaihi wasallam dan para Shohabat menawarkan kebolehannya tanpa merinci kondisinya sama sekali. Tentu ijtihad Ulama menjadi gugur dengan sendirinya bilamana berhadapan dengan dalil. Maka makan dan minum tidak wajib duduk, boleh sambil bangun namun duduk lebih baik, wa billahit tawfiq.

manhajulhaq:
Fikri Abul Hasan

Telegram Channel
http://bit.ly/2o6nfMe

Sumber http://campusnancy.blogspot.com

Tuesday, January 3, 2017

Bila Ada Seorang Lelaki Tiba Padamu



Saudariku, 
Apabila ketika ini kamu sedang jatuh hati pada seorang lelaki, tahanlah. Tahan perasaanmu, jangan hingga hasratmu itu membuatmu berperilaku gila serta ganjil. Kau akan disangka gila nantinya. Perhatikan baik-baik orang yang kamu percayakan hatimu digenggang olehnya. Apakah ia lelaki yang baik, atau malah sebaliknya. Kalau pun memang baik, pastikan kebaikannya bukan sebatas pura-pura. Karena, kelak jikalau kamu benar-benar memilikinya, kamu hanya akan mencicipi kebahagiaan semu jawaban kepura-puraannya. 

Saudariku, 
Allah membuat lelaki dengan fitrahnya masing-masing, yakni gampang tertarik hatinya pada wanita. Maka, pastikanlah lelaki yang kamu pilih ialah lelaki setia yang tidak banyak cabangnya di mana-mana. Jangan mau kamu dibohongi, ketika kamu dirayu, dipuja manjanya, kemudian pada perempuan lain pun ia begitu.

Maukah kamu jadi boneka mainannya wahai shalihah?

Tidak, jangan sama sekali….

Jika memang kamu menginginkannya…
Katakan kepada Pemilik hatinya
Apakah sempurna pilihanmu, apakah benar ia lelaki yang baik….

Apabila Allah menjawab, IYA
Kalian niscaya akan bersanding di pelaminan dalam ikatan suci….
Atas ijin serta keridhoan-Nya….

Karena Allah telah berjanji perempuan baik hanya untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik hanya untuk perempuan yang baik pula.

Janji Allah itu pasti
Allah tak akan ingkar
Perbaiki ibadahmu,
Pantaskan dirimu menjadi salah satu perempuan baik yang Allah sebut di dalam kalam-Nya

Karena,
Kitab Lauhul Mahfudz tidak akan merubah catatan nama lelaki yang sudah Allah memutuskan untukmu

Jadi,
Bersiaplah…. 
#celotehmuslimah 
#allaboutislam

Like & tag ke sahabatmu ❤

www.instagram.com/tentangislam 

Sumber http://campusnancy.blogspot.com