Showing posts with label Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi. Show all posts

Monday, January 9, 2017

Pengertian Produk Domestik Regional Bruto (Pdrb)

Salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu wilayahatauregional dalam suatu periode tertentu ialah data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan. PDRB intinya merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit perjuangan dalam suatu negara tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa simpulan yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi (BPS, 2015).


PDRB atas dasar harga berlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung memakai harga yang berlaku pada setiap tahun. Sedangkan PDRB atas dasar harga konstan menunjukkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung memakai harga yang pada suatu tahun tertentu sebagai dasar. PDRB atas dasar harga berlaku sanggup dipakai untuk melihat pergeseran serta struktur ekonomi. PDRB atas dasar harga konstan dipakai untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi pada suatu periode ke periode (tahun ke tahun atau triwulan ke triwulan). Dalam publikasi ini tahun dasar yang dipakai ialah tahun 2010 dan ini tentu akan mencerminkan struktur ekonomi terkini. 

Terdapat tiga pendekatan yang biasanya dipakai dalam menghitung angka-angka PDRB, yaitu: 
  • Menurut Pendekatan Produksi
Menurut pendekatan ini, PDRB ialah jumlah nilai tambah atas barang dan jasa yang dihasilkan oleh aneka macam unit produksi di wilayah suatu negara dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun). Unit-unit produksi tersebut dalam penyajiannya dikelompokkan menjadi 17 kategori lapangan perjuangan yaitu: 
1. Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, 
2. Pertambangan dan Penggalian, 
3. Industri Pengolahan, 
4. Pengadaan Listrik dan Gas, 
5. Pengadaan Air, Pengolahan Sampah, Limbah dan Daur Ulang, 
6. Konstruksi, 
7. Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor, 
8. Transportasi dan Pergudangan, 
9. Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, 
10. Informasi dan Komunikasi, 
11. Jasa Keuangan dan Asuransi, 
12. Real Estat, 
13. Jasa Perusahaan, 
14. Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib, 
15. Jasa Pendidikan, 
16. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial, 
17. Jasa lainnya. Setiap kategori lapangan perjuangan tersebut dirinci lagi menjadi sub-sub kategori lapangan usaha.
  • Menurut Pendekatan Pendapatan
PDRB berdasarkan pendekatan ini merupakan jumlah balas jasa yang diterima oleh faktor-faktor produksi yang ikut serta dalam proses produksi di suatu negara dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun). Balas jasa faktor produksi yang dimaksud ialah upah dan gaji, sewa tanah, bunga modal dan keuntungan; semuanya sebelum dipotong pajak penghasilan dan pajak pribadi lainnya. Dalam definisi ini, PDRB meliputi juga penyusutan dan pajak tidak pribadi neto (pajak atas produksi dan impor dikurangi subsidi). 
  • Menurut Pendekatan Pengeluaran
PDRB ialah semua komponen ajakan simpulan yang terdiri dari: 
(1) pengeluaran konsumsi simpulan rumah tangga 
(2) pengeluaran konsumsi simpulan forum non profit yang melayani rumah tangga 
(3) pengeluaran konsumsi simpulan pemerintah, 
(4) pembentukan modal tetap domestik bruto, 
(5) perubahan inventori, dan 
(6) ekspor neto (ekspor dikurangi impor). 

Secara konsep ketiga pendekatan tersebut akan menghasilkan angka yang sama. Jadi, jumlah pengeluaran akan sama dengan jumlah barang dan jasa simpulan yang dihasilkan dan harus sama pula dengan jumlah pendapatan untuk faktor-faktor produksi. PDRB yang dihasilkan dengan cara ini disebut sebagai PDRB atas dasar harga pasar, sebab di dalamnya sudah dicakup pajak tak pribadi netto. 


Sumber http://campusnancy.blogspot.com

Sunday, January 8, 2017

Kegunaan Statistik Produk Domestik Regional Bruto (Pdrb)

Data pendapatan regional ialah salah satu indikator makro yang sanggup menawarkan kondisi perekonomian nasional setiap tahun. Manfaat yang sanggup diperoleh dari data ini antara lain adalah:

  1. PDRB harga berlaku nominal menawarkan kemampuan sumber daya ekonomi yang dihasilkan oleh suatu negara. Nilai PDRB yang besar menawarkan kemampuan sumber daya ekonomi yang besar, begitu juga sebaliknya. 
  2.  PDRB harga konstan (riil) sanggup dipakai untuk menawarkan laju pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan atau setiap sektor dari tahun ke tahun. 
  3. Distribusi PDRB harga berlaku berdasarkan sektor menawarkan struktur perekonomian atau peranan setiap sektor ekonomi dalam suatu negara. Sektor-sektor ekonomi yang mempunyai tugas besar menawarkan basis perekonomian suatu negara. 
  4. PDRB harga berlaku berdasarkan pengeluaran menawarkan produk barang dan jasa dipakai untuk tujuan konsumsi akhir, investasi dan diperdagangkan dengan pihak luar negeri. 
  5. Distribusi PDRB berdasarkan pengeluaran menawarkan peranan kelembagaan dalam memakai barang dan jasa yang dihasilkan oleh banyak sekali sektor ekonomi. 
  6. PDRB pengeluaran atas dasar harga konstan bermanfaat untuk mengukur laju pertumbuhan konsumsi akhir, investasi dan perdagangan luar negeri. 
  7. PDRB per kapita atas dasar harga berlaku menawarkan nilai PDRB per kepala atau per satu orang penduduk. 
  8. PDRB per kapita atas dasar harga konstan mempunyai kegunaan untuk mengetahui pertumbuhan faktual ekonomi per kapita penduduk suatu wilayah.

Sumber http://campusnancy.blogspot.com

Friday, January 6, 2017

Pembangunan Dan Pertumbuhan Ekonomi


Beberapa dekade tahun yang lalu, para pakar ekonomi mendefenisikan pembangunan dalam arti kata yang sempit, iaitu keupayaan ekonomi untuk menghasilkan dan mempertahankan pertumbuhan tahunan dalam pertumbuhan ekonomi nasional (Produk Domestik Bruto) pada tingkat lima hingga tujuh persen (Todaro,1981 dalam Hafizrianda, 2007). Pengertian pembangunan pada waktu itu dikaitkan dengan perubahan struktur dan komposisi pembahagian produksi dan penggunaan tenaga kerja antar sektor. Saat ini, pembangunan sering dikaitkan dengan pertumbuhan perindustrian di perkotaan. Ciri-ciri pembangunan ialah tingkat pertumbuhan produksi dan tenaga kerja dalam sektor pertanian menurun, sementara produksi dan penggunaan tenaga dalam sektor industri dan jasaterjadi peningkatan.

Pembangunan merupakan suatu proses yang berkesinambungan untuk mencapai suatu keadaan yang lebih baik atau menghindari keadaan tertentu yang buruk. Sebagai proses yang berkelanjutan, pembangunan merupakan suatu upaya untuk memenuhi keperluan waktu tertentu  tanpa mengorbankan kemampuan generasi yang akan datang. Oleh Karena itu Todaro dalam Arsyad (1999) menyatakan bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi ditunjukkan oleh tiga nilai dasar, yaitu: 
(1) Perkembangan kemampuan masyarakat untuk memenuhi keperluan dasarnya. 
(2) Peningkatan rasa harga diri (self-esteem) masyarakat sebagai manusia. 
(3) Peningkatan kemampuan masyarakat untuk menentukan (freedom from servitude) yang merupakan salah satu dari hak asasi manusia.  

Todaro (2000), juga mendefinisikan pembangunan sebagai proses multidimensional yang melibatkan perubahan-perubahan besar dari struktur sosial perilaku mental yang sudah terbiasa dan lembaga-lembaga nasional sebagai biro pelopor bagi pertumbuhan ekonomi, pengurangan ketimpangan, dan kemiskinan absolut.

Pembangunan Eknomi ialah suatu upaya untuk menaikkan pendapatan total dan juga pendapatan perkapita dengan diperhitungkannya jumlah penduduk yang meningkat yang disertai dengan perubahan dasar di dalam struktur ekonomi dan pemerataan pendapat bagi warga negara. Pembangunan ekonomiadalah suatu perjuangan untuk mensejahteraan rakyat atau taraf hidup bangsa yang diukur dengan rendah atau tingginya pendapatan perkapita. Adanya pembangunan ekonomi ini pertumbuhan ekonomi masyarakat akan meningkat 

Pembangunan ekonomi ialah perjuangan mentransformasikan kehidupan jutaan insan di seluruh dunia yang sedang berkembang. Karakter pembangunan baik arah dan langkah maupun cara insan memanfaatkannya ditentukan oleh bagaimana sebuah negara mengelola sumber ekonomi yang dimilikinya (Baum dan Tolbert, 1988).

Prof. Meier (dalam Adisasmita, 2005) mendefinisikan pembangunan ekonomi sebagai proses kenaikan pendapatan riil perkapita dalam suatu jangka waktu yang panjang. Sukirno (2006) mendefinisikan pembangunan ekonomi sebagai suatu proses yang menyebabkan pendapatan perkapita penduduk suatu masyarakat meningkat dalam jangka panjang. Definisi tersebut mengandung pengertian bahwa pembangunan ekonomi merupakan suatu perubahan yang terjadi secara terus-menerus melalui serangkaian kombinasi proses demi mencapai sesuatu yang lebih baik yaitu adanya peningkatan pendapatan perkapita yang terus menerus berlangsung dalam jangka panjang. 

Pembangunan berkaitan dengan perbaikan kualitas hidup rakyat, memperluaskan kemampuan mereka untuk membentuk masa depan yang berkualitas. Secara umum pembangunan menuntut pendapatan per kapita yang lebih tinggi dan lebih luas. Pembangunan mencakupi pendidikan dan peluang pekerjaan yang lebih setara, kesetaraan gender yang lebih besar, tahap kesehatan dan nutrisi yang lebih baik, lingkungan alam yang lebih higienis dan lestari, sistem aturan dan pengadilan yang lebih adil, kebebasan politik dan sivil yang lebih luas, serta banyak sekali budaya. Persoalannya ialah bagaimana pertumbuhan sanggup dipengaruhi sedemikian rupa sehingga dimensi kualitatif dari hasil pembangunan sanggup menjadi lebih baik (Thomas, dkk, 1999).

Menurut Adam Smith (1776) proses pertumbuhan bermula apabila perekonomian bisa melaksanakan pembahagian kerja (division of labor). Pembahagian kerja akan meningkatkan produktivitas, dan seterusnya bisa untuk meningkatkan pendapatan. Adam Smith muncul dengan pemikiran-pemikiran yang mengkaji mengenai batas-batas pertumbuhan (limits to growth).  Salah satu pandangan dia yang memperlihatkan efek yang besar hingga ketika ini ialah model pertumbuhan yang dikembangkan oleh Harrod (1948) dan Domar (1946) dalam Hafizrianda (2007). 

Dalam model Harrod-Domar, pertumbuhan ekonomi akan ditentukan oleh dua unsur utama, iaitu tingkat tabungan(saving) dan produktivitas modal (capital output ratio). Masyarakat dalam sebuah perekonomian memiliki tabungan yang merupakan sumber investasi biar acara ekonomi sanggup tumbuh secara berkelanjutan. Semakin besar tabungan, bererti semakin besar investasi, maka akan semakin tinggi pula pertumbuhan ekonomi. Namun sebaliknya, apabila produktivitasmodal semakin rendah, makasemakin rendah pula pertumbuhan ekonomi.

Berbeda dengan Harrod-Domar yang memperlihatkan referensi kepada pentingnya peranan modal, Arthur Lewis (1954) dengan model surplus of labor memperlihatkan referensi kepada peranan jumlah penduduk. Dalam model ini dasumsikan terdapat penawaran tenaga kerja yang sangat efisien. Ini berarti para investor sanggup produksinya dengan mengupah tenaga kerja yang lebih banyak tanpa harus menaikkan tingkat bayaran upah. Peningkatan pendapatan sanggup diperoleh pemilik modal, sehingga mendorong investasi-investasi gres alasannya ialah kelompok ini memiliki hasrat menabung dan menginvestasikan modalyang lebih tinggi dibandingkan dengan pekerja (buruh). Tingkat investasi yang tinggi akan mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi.


Sumber http://campusnancy.blogspot.com