Showing posts with label Penjaskes. Show all posts
Showing posts with label Penjaskes. Show all posts

Tuesday, March 7, 2017

Aktivitas Senam Ritmik Ii : Gerak Dan Irama, Keluwesan, Estetika, Koordinasi Gerak

Aktivitas Senam Ritmik II : Gerak dan irama, Keluwesan, Estetika, Koordinasi gerak - Senam diiringi dengan musik menciptakan kita semakin bersemangat dalam menciptakan gerakan yang indah dan menyehatkan. Kali ini kita akan mempelajari kombinasi keterampilan langkah kaki dan ayunan lengan pada acara ritmik berirama serta rangkaian senam irama tanpa alat dengan koordinasi gerak. Setelah mempelajari bahan dalam penggalan ini diperlukan kalian sanggup mempraktikkan latihan-latihan tersebut dengan disiplin, toleransi, keluwesan, dan estetika.

Aktivitas senam ritmik sanggup dilakukan oleh insan segala umur. Mulai dari balita sampai lanjut usia sanggup melakukannya untuk menjaga kesehatan dan kebugaran jasmani. Aktivitas senam ritmik akan selalu menarik dilakukan apalagi bila dilakukan secara massal. Pelajarilah bahan berikut ini biar kalian lebih andal beraktivitas senam ritmik. (Baca juga : Aktivitas Senam Artistik II : Handstand, Tiger sprong, Balance)

A. Kombinasi Gerak Langkah Kaki dan Ayunan Lengan


Istilah lain dari senam ritmik yaitu senam irama. Senam irama merupakan sebuah corak senam yang menekankan irama dalam pelaksanaan gerakannya. Senam irama sanggup dilakukan dengan memakai alat ataupun tidak memakai alat. Kali ini kita hanya mempelajari senam irama tanpa memakai alat. Kalian hanya perlu menciptakan hitungan secara lisan. Beberapa pola koordinasi gerak langkah kaki dan ayunan lengan dalam senam irama sebagai berikut. (Baca juga : Aktivitas Pengembangan II : Kelentukan, Kekuatan, Daya tahan, Kebugaran jasmani, Tes kebugaran, Interpretasi hasil)


1. Gerakan kaki ke depan, ke belakang, dan kedua tangan silangrentang


a. Sikap Permulaan

Berdiri tegak (lemas) kedua lengan rentang ke samping lurus.

b. Gerakan

Hitungan 1

Sambil melangkahkan kaki kiri ke depan, kedua tangan disilangkan ke depan badan, tubuh merendah, lutut agak dibengkokkan. (Baca juga : Permainan dan Olahraga II : Bola Besar dan Kecil, Sepak Bola, Voli, Basket, Tenis Meja, Softball, Atletik, Pencak Silat)

Hitungan 2

Bersamaan dengan melangkahkan kaki kanan dirapatkan pada kaki kiri, kedua tangan rentangkan ke samping lurus, kedua tumit diangkat, lutut lurus, tubuh tegak.

Hitungan 3 dan 4

Ganti dengan kaki kanan yang dilangkahkan. Demikian seterusnya, irama 3/4 atau 4/4.

Perhatikan gambar berikut ini!
 Senam diiringi dengan musik menciptakan kita semakin bersemangat dalam menciptakan gerakan yang i Aktivitas Senam Ritmik II : Gerak dan irama, Keluwesan, Estetika, Koordinasi gerak
Gambar 1. Gerakan kaki ke depan dan ke belakang kedua tangan silang-rentang.


2. Gerakan melangkah ke samping kedua tangan diayun ke samping


a. Sikap Permulaan

Berdiri tegak, kaki kiri bangun lemas, kaki kanan lurus, rujukan berat tubuh pada kaki kanan. Kedua tangan lurus ke samping kanan lemas, pandangan ke kanan. (Baca juga : Hidup Sehat Tanpa Narkoba, Zat Adiktif, Psikotropika)

b. Gerakan

Hitungan 1 - 2

Langkahkan kaki kiri ke samping kiri bersamaan dengan kedua tangan diayunkan ke samping kiri melalui bawah di depan tubuh lurus dan lemas. Kaki kanan melangkah mengikuti kaki kiri. Berat tubuh berada pada kaki kiri, kedua tangan di samping kiri, pandangan mengikuti gerakan tangan. (Baca juga : Aktivitas Penjelajahan dan Penyelamatan di Pantai, Makanan Sehat)

Hitungan 3 - 4

Langkahkan kaki kanan ke samping kanan, kedua tangan diayunkan dari samping kiri ke samping kanan melalui bawah di depan badan, lurus dan lemas. Kaki kiri melangkah mengikuti kaki kanan. Berat tubuh pindah ke kaki kanan lagi, kedua tangan di samping kanan, pandangan mengikuti gerakan kedua tangan. Demikian seterusnya kedua tangan dan kaki bergerak ke samping kiri dan kanan, irama 3/4 dan 4/4. (Baca juga : Aktivitas Air (Akuatik) I : Gaya dada, Gaya bebas, Gaya punggung, Gaya kupu-kupu, Loncat indah)

Perhatikan gambar berikut ini!
 Senam diiringi dengan musik menciptakan kita semakin bersemangat dalam menciptakan gerakan yang i Aktivitas Senam Ritmik II : Gerak dan irama, Keluwesan, Estetika, Koordinasi gerak
Gambar 2. Gerakan melangkah ke samping kedua tangan diayunkan ke samping.


Tahukah kalian ?

1 . Latihan senam ritmik intinya mengutamakan keindahan, kehalusan, keluwesan, dan keharmonisan gerak, di samping ketepatan gerak terhadap irama pengiring itu sendiri.
2 . Latihan senam ritmik selain sanggup membentuk postur tubuh yang serasi juga sanggup menimbulkan kesenangan diri, sehingga sanggup menjadi sarana rekreasi.

B. Rangkaian Senam Irama Tanpa Alat dengan Koordinasi Gerak


1. Koordinasi Gerak yang Sederhana


a. Sikap permulaan

Berdiri tegak, kaki kiri lemas, lutut agak ditekuk, ujung jari jinjit, rujukan berat tubuh pada kaki kanan, dan kedua tangan lurus ke depan. (Baca juga : Aktivitas Senam Ritmik : Ritmik, Ayunan, Lompat, Langkah)

b. Gerakan

Hitungan 1 – 2

Ayun asisten ke bawah lengan kiri agak di bawah ketiak. Tangan kanan kembali menyerupai semula dan ganti kaki kanan yang jinjit, pada dikala asisten diayun anggota tubuh ikut berayun menyesuaikan irama. (Baca juga : Aktivitas Senam Lantai : Gymnastic, Floor exercise, Neck spring, Hand spring, Voulting horse)

Hitungan 3 – 4

Kebalikan dari gerakan pada hitungan 1 dan 2.

Hitungan 5 – 6

Putar kedua tangan satu setengah putaran dari depan ke samping kiri sambil kedua kaki mengikuti gerakan tersebut. Pada hitungan 6 kedua tangan di samping kanan, berat tubuh bertumpu pada kaki kanan, sedangkan kaki kiri lurus di samping kiri. (Baca juga : Aktivitas Pengembangan Latihan Kebugaran Jasmani : Physical Fitness, Weight training, Kekuatan, Kecepatan, Kelentukan, Daya tahan, Total fitness)

Hitungan 7 – 8

Kebalikan dari gerakan pada hitungan 5 dan 6. Demikian seterusnya, irama 3/4 atau 4/4.

2. Koordinasi Gerak dengan Variasi


a. Sikap permulaan

Berdiri tegak (lemas), kaki kanan di samping kanan, lutut agak ditekuk, ujung jari jinjit, dan berat tubuh pada kaki kiri, kedua tangan rentang ke samping lurus.

b. Gerakan

Hitungan 1 – 2

Ayun lengan kanan ke samping kiri lewat bawah, (hitungan 2 lengan kanan kembali menyerupai semula) pada dikala melaksanakan gerakan, anggota tubuh ikut berayun menyesuaikan irama. (Baca juga : Permainan dan Olahraga 1, Bola Besar dan Kecil, Atletik, Pencak Silat)

Hitungan 3 – 4

Kebalikan dari gerakan pada hitungan 1 dan 2.

Hitungan 5 – 6

Silangkan kedua tangan di depan dada sambil mengangkat kaki kanan (paha lurus sejajar), berat tubuh bertumpu pada kaki kiri. Pada hitungan 4, kembali menyerupai semula. (Baca juga : Aktivitas Penjelajahan Gunung : Backpacking, Camping, Hill craft, Hiking, Mountaineering, Rock climbing)

Hitungan 7 – 8

Kebalikan dari gerakan pada hitungan 5 dan 6.

Demikian seterusnya dengan irama 3/4 atau 4/4.

Senam Aerobik

Senam aerobik merupakan salah satu penggalan dari senam irama. Senam aerobik secara umum sanggup dibagi menjadi dua macam, sebagai berikut.

1. Low impact aerobic

Low impact aerobic yaitu gerakan kaki pesenam tidak pernah meninggalkan lantai. Contoh: gerakan jalan di daerah sambil kedua lengan diayunkan.

2. High Impact Aerobic

High impact aerobic yaitu gerakan pesenam yang meninggalkan lantai, banyak lompat, jingkrak, dan majemuk lari. Contoh: berlari ke depan dan ke belakang. Iringan musik dalam senam aerobik sangat tergantung pada selera dan kesesuaian dengan gerak yang akan ditampilkan. (Baca juga : Aktivitas Air (Akuatik) II : Aktivitas akuatik, Keterampilan, Renang gaya dada dan gaya miring)

Latihan

1. Sebutkan beberapa pola koordinasi gerak dari langkah kaki dan ayunan lengan!
2. Jelaskan pelaksanaan gerakan pada hitungan 3 dan 4 pada gerakan memutar tangan dan melangkahkan kaki tubuh berbalik!
3. Sebutkan peralatan yang paling umum dipakai dalam senam irama!

Tugas

Lakukanlah gerakan aneka macam macam langkah pada senam ritmik dengan hitungan atau irama yang teratur!

Rangkuman

1. Senam irama atau disebut juga senam ritmik yaitu bentuk-bentuk gerakan senam yang memadukan antara aneka macam bentuk gerakan dengan irama yang mengiringinya.
2. Contoh koordinasi gerak dari langkah kaki dan ayunan lengan dalam senam irama yaitu gerakan kaki ke depan dan ke belakang, kedua tangan silang rentang.
3. Rangkaian senam irama tanpa alat dengan koordinasi gerak, di antaranya yaitu:

a. Koordinasi gerak yang sederhana.
b. Koordinasi gerak dengan variasi.

Sumber http://perpustakaancyber.blogspot.com

Aktivitas Air (Akuatik) I : Gaya Dada, Gaya Bebas, Gaya Punggung, Gaya Kupu-Kupu, Loncat Indah

Aktivitas Air (Akuatik) I : Gaya dada, Gaya bebas, Gaya punggung, Gaya kupu-kupu, Loncat indah - Loncat indah tergolong kegiatan air. Sebelum mempelajari loncat indah, sebaiknya kalian menguasai keterampilan renang terlebih dahulu. Renang sangat diharapkan sebagai dasar untuk melatih olahraga air lainnya. Kali ini kita akan mempelajari satu gaya renang dan teknik dasar dari samping bak serta nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Setelah mempelajari penggalan ini diharapkan kalian sanggup mempratikkan salah satu gaya renang dan teknik dasar loncat indah dari samping bak dengan penuh disiplin, keberanian, tanggung jawab, serta kerja keras. (Baca juga : Aktivitas Senam Ritmik : Ritmik, Ayunan, Lompat, Langkah)

Beragam kegiatan permainan dan olahraga air berkembang dikala ini, baik yang memakai alat maupun tidak memakai alat. Di antara kegiatan tersebut yaitu olahraga renang dan loncat indah. Renang haruslah dikuasai seseorang jikalau akan melaksanakan kegiatan dalam air yang lain. Pelajarilah bahan pada penggalan ini sebaik-baiknya supaya kalian bisa mempraktikkan olahraga renang dan loncat indah tanpa kesulitan. (Baca juga : Aktivitas Senam Lantai : Gymnastic, Floor exercise, Neck spring, Hand spring, Voulting horse)

A. Pengertian Aktivitas Akuatik dalam Pendidikan Jasmani


Aktivitas akuatik yaitu segala kegiatan yang berafiliasi dengan air. Contohnya: olahraga renang, polo air, loncat indah, berselancar, arung jeram, dan sebagainya.

Olahraga renang semakin usang semakin berkembang dan tersebar luas hampir ke seluruh negara termasuk Indonesia, sehingga bermunculan perkumpulan-perkumpulan renang. Oleh alasannya yaitu itu, pada tahun 1908 didirikanlah perserikatan renang di seluruh dunia dan dikenal dengan akronim FINA (Federation Internationale de Nation Amateur). Pada tahun 1917 di Indonesia didirikan perserikatan dengan nama Bandoengse Zwembond dan pada tahun 1951 didirikan Persatuan Berenang Seluruh Indonesia disingkat PBSI. Nama PBSI pada tahun 1956 diubah menjadi PRSI (Persatuan Renang Seluruh Indonesia) dan nama ini dipakai hingga sekarang. Penggantian nama ini lebih dikarenakan supaya singkatannya tidak sama dengan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). (Baca juga : Aktivitas Pengembangan Latihan Kebugaran Jasmani : Physical Fitness, Weight training, Kekuatan, Kecepatan, Kelentukan, Daya tahan, Total fitness, Tes pengukuran, Evaluasi)

Olahraga renang mengenal empat gaya, sebagai berikut.

1. Gaya dada (katak)
2. Gaya bebas (crawl)
3. Gaya punggung (back crawl)
4. Gaya kupu-kupu

Manfaat Olahraga Renang

Tahukah kalian, renang mempunyai banyak sekali manfaat, yakni sebagai bentuk keterampilan untuk bela diri, rekreasi, kesehatan, dan juga prestasi. (Baca juga : Permainan dan Olahraga 1, Bola Besar dan Kecil, Atletik, Pencak Silat)

1 . Bentuk keterampilan bela diri

Ditinjau dari segi keterampilan bela diri, dengan menguasai renang berarti telah mempersiapkan diri dari kemungkinan ancaman tenggelam.

2 . Bentuk rekreasi

Ditinjau dari segi rekreasi, setiap kawasan rekreasi yang memenuhi syarat tidak terlepas dari keberadaan sarana bak renang ataupun pantai yang menarik untuk dikunjungi. Berenang bisa memperlihatkan hiburan yang membahagiakan bagi pelakunya.

3 . Bentuk kesehatan dan kebugaran tubuh

Renang yaitu kegiatan olahraga yang bisa melibatkan seluruh penggalan badan untuk tetap bergerak dan dari sisi kedokteran renang merupakan terapi terbaik untuk penyembuhan penyakit pernapasan asma. Renang juga bisa menambah dan melatih kapasitas paru-paru.

4 . Bentuk olahraga prestasi

Renang merupakan salah satu cabang olahraga pokok dan wajib diselenggarakan pada setiap perlombaan ibarat Pekan Olahraga Nasional, SEA Games, Asian Games, Olympiade, dan bahkan Pesta Olaraga Mahasiswa Dunia atau World University Games. (Baca juga : Aktivitas Penjelajahan dan Penyelamatan di Pantai, Makanan Sehat)

B. Keterampilan Dasar Renang Gaya Bebas


Kali ini kita akan mempelajari renang gaya bebas sebelum mempelajari loncat indah. Perlu kalian praktikkan sebelum mempelajari beberapa teknik renang yaitu bagaimana mengapung dan mengayunkan kaki dalam air. Mengayunkan kaki di air dengan berjalan di air yang dalam. Renang gaya bebas ini disebut juga dengan gaya crawl atau bisa juga disebut dengan gaya rimau. Mengapa gaya bebas itu penting? Gaya bebas merupakan esensi dari renang sebelum mempelajari loncat indah. Gaya bebas memungkinkan kalian bergerak lebih cepat di dalam air daripada gaya lain serta memungkinkan kalian untuk melihat ke depan. Teknik dasar gerakan renang gaya bebas yang akan kita pelajari sebagai berikut. (Baca juga : Hidup Sehat Tanpa Narkoba, Zat Adiktif, Psikotropika)

1. Teknik ayunan tangan ke atas
2. Teknik ayunan kaki
3. Teknik pernapasan

1. Teknik Ayunan Tangan ke Atas


Cara melaksanakan ayunan tangan ke atas sebagai berikut.

a. Ambil napas. Telapak tangan menghadap ke atas.
b. Angkat siku, biarkan telapak tangan ikut bergerak juga.
c. Siku harus dalam keadaan ditekuk 90o sewaktu telapak tangan bergerak melewati wajah.
d. Jangkauan tangan ke depan melewati udara di atas air.
e. Ujung jari harus menyentuh air lebih dahulu daripada siku.
f. Putar wajah ke arah bawah, luruskan tubuh, meluncur, kedua tangan terjulur ke depan.
g. Kayuh, masuk ke posisi meluncur miring pada sisi badan yang sebelah, wajah tetap menghadap ke bawah dan hembuskan napas.

Perhatikan gambar di bawah ini!
 sebaiknya kalian menguasai keterampilan renang terlebih dahulu Aktivitas Air (Akuatik) I : Gaya dada, Gaya bebas, Gaya punggung, Gaya kupu-kupu, Loncat indah
Gambar 1. Rangkaian teknik ayunan lengan ke atas.

2. Teknik Ayunan Kaki


Cara melaksanakan teknik ayunan kaki sebagai berikut.

a. Kedua kaki digerakkan naik turun secara bergantian ke atas dan ke bawah, gerakan kaki dimulai dari pangkal paha (sumbu gerakan).
b. Perlu diperhatikan bahwa pada waktu menggerakkan kaki naik turun (antara kaki kanan dan kiri), keadaan kaki harus lurus tetapi tidak kaku dan gerakan kaki harus sanggup mengibaskan air sebanyak-banyaknya atau sepenuhnya. (Baca juga : Aktivitas Penjelajahan Gunung : Backpacking, Camping, Hill craft, Hiking, Mountaineering, Rock climbing)

Perhatikan gambar di bawah ini!

 sebaiknya kalian menguasai keterampilan renang terlebih dahulu Aktivitas Air (Akuatik) I : Gaya dada, Gaya bebas, Gaya punggung, Gaya kupu-kupu, Loncat indah
Gambar 2. Teknik ayunan kaki.


3. Teknik Pernapasan


Pengambilan napas pada renang gaya bebas tergantung dari kebiasaan dan kenyamanan dari perenang itu sendiri. Artinya sanggup melaksanakan pengambilan napas dengan memunculkan verbal ke atas permukaan air ke sebelah kiri atau ke sebelah kanan. Perlu kalian perhatikan bahwa pada waktu menarik tangan ke bawah air (tangan kanan atau tangan kiri), munculkan verbal ke atas permukaan air untuk mengambil napas atau udara. Dan pada waktu tangan tersebut diluruskan kembali ke depan, muka dimasukkan atau dihadapkan lagi ke bawah air untuk mengeluarkan napas.

Pengambilan napas yang baik dan biasa dilakukan para perenang yaitu ke satu arah, artinya ke sebelah kanan saja atau ke sebelah kiri saja. Jarang dilakukan mengambil napas ke sebelah kiri dan ke sebelah kanan. (Baca juga : Aktivitas Air (Akuatik) II : Aktivitas akuatik, Keterampilan, Renang gaya dada dan gaya miring)

Cara melaksanakan pernapasan renang gaya bebas sebagai berikut.

a. Tangan yang bukan sisi pernapasan memasuki air, kemudian mulai mengayuh dengan tangan sisi pernapasan.
b. Ambil napas pada penggalan pertengahan terakhir dari gerakan tangan sisi pernapasan dan siku terangkat.
c. Raih ke depan melampaui atas tabung imajinasi dan siku terangkat.
d. Tangan memasuki air, mulai mengayuh dengan tangan bukan sisi pernapasan.

Perhatikan gambar di bawah ini!
 sebaiknya kalian menguasai keterampilan renang terlebih dahulu Aktivitas Air (Akuatik) I : Gaya dada, Gaya bebas, Gaya punggung, Gaya kupu-kupu, Loncat indah
Gambar 3. Teknik pernapasan.


C. Loncat Indah


Kalian telah menguasai olahraga renang dan selanjutnya mempelajari loncat indah. Loncat indah yaitu kegiatan meloncat ke bak renang dari papan loncat yang mempunyai tinggi bervariasi yaitu dari papan terendah (1 hingga dengan 4 meter) hingga dengan menara (5 hingga dengan 10 meter). Sebelum berlatih loncat indah dengan memakai papan loncatan, terlebih dahulu kalian sanggup mencar ilmu melaksanakan loncat indah dari tepi kolam. (Baca juga : Aktivitas Senam Artistik II : Handstand, Tiger sprong, Balance)

Cara melaksanakan terjun ke air dari tepi bak ada beberapa macam, di antaranya sebagai berikut.

1. Terjun ke depan dari posisi berdiri.
2. Terjun dengan pinjaman hulahop.
3. Terjun satu kaki.
4. Terjun dari posisi berlutut.

Pada bahan kali ini hanya akan membahas terjun ke depan dari posisi bangun dan terjun dengan pinjaman hulahop.

1. Terjun ke Depan dari Posisi Berdiri


Untuk melaksanakan terjun ke depan dari posisi bangun diharuskan memakai kedalaman air minimal 10 kaki. Teknik terjun bangun ini merupakan teknik dasar dari segala jenis teknik loncat yang lebih rumit. Cara melaksanakan teknik terjun ke depan dari posisi bangun sebagai berikut.

 sebaiknya kalian menguasai keterampilan renang terlebih dahulu Aktivitas Air (Akuatik) I : Gaya dada, Gaya bebas, Gaya punggung, Gaya kupu-kupu, Loncat indah
Gambar 4. Terjun ke depan dari posisi berdiri.

a. Jari kaki mencengkeram pinggir bak dan tangan di samping.
b. Tangan bergerak melingkar dan lutut ditekuk.
c. Loncat ke atas dan angkat paha.
d. Arahkan pada titik sejauh 4 kaki dari tepi dan tekuk tubuh.
e. Dagu ke bawah dan angkat kaki.
f. Tubuh lurus, masuk secara vertikal.
g. Lengkungkan tubuh, angkat kepala dan tangan, dan meluncurlah. (Baca juga : Aktivitas Pengembangan II : Kelentukan, Kekuatan, Daya tahan, Kebugaran jasmani, Tes kebugaran, Interpretasi hasil)

2. Terjun dengan Hulahop


Terjun dengan hulahop memerlukan teknik terjun lebih tinggi. Untuk meningkatkan kesulitan kita sanggup menaikkan hulahop lebih tinggi dari posisi awal (setinggi paha) dan ayunan tangan lebih tinggi lagi untuk membantu mengangkat badan kita. Diperlukan banyak sekali latihan terjun sebelum kita sanggup terjun tinggi dengan memasuki air secara vertikal dan tanpa semburan air.

Berikut ini cara melaksanakan teknik terjun dengan pinjaman hulahop.

a. Berdirilah di dalam bulat hulahop dan bersiap untuk terjun ke depan. Minta seseorang untuk memegang sebuah hulahop setinggi tulang kering atau lutut kita dengan jarak antara bulat hulahop dan kaki sekitar 1 kaki (pemegang hulahop tersebut harus berada di samping kita biar tidak tertendang).
b. Kemudian terjunlah dengan melewati bulat hulahop dan berhati-hatilah untuk selalu memasuki air secara vertikal dengan posisi kepala ke bawah.
c. Titik masuk di air jaraknya jangan terlalu jauh dari tepi kolam.
d. Naikkan hulahop bertahap pada setiap kali kita terjun untuk melihat seberapa tinggi kita sanggup terjun melewatinya.

Latihan

1. Apakah kepanjangan PRSI?
2. Sebutkan olahraga yang termasuk kegiatan akuatik!
3. Sebutkan empat gaya yang sering dipakai dalam perlombaan renang!

Tugas

1. Praktikkan ayunan tangan ke atas renang gaya bebas!
2. Praktikkan pernapasan renang gaya bebas!
3. Praktikkan terjun dengan posisi bangun di samping kolam!

Rangkuman

1. Aktivitas akuatik yaitu segala kegiatan yang dilakukan semuanya berafiliasi dengan air. Contohnya: olahraga renang, polo air, loncat indah, berselancar, arung jeram, dan sebagainya.

2. Olahraga renang terdapat empat gaya.

a. Gaya dada
b. Gaya bebas
c. Gaya punggung
d. Gaya kupu-kupu

3. Loncat indah yaitu penggalan dari olahraga akuatik. Terjun atau loncat indah merupakan suatu cabang olahraga yang menuntut pelakunya untuk sanggup berenang.

4. Cara melaksanakan terjun dari tepi bak ada beberapa macam, diantaranya berikut ini.

a. Terjun ke depan dari posisi berdiri
b. Terjun dengan pinjaman hulahop
c. Terjun satu kaki
d. Terjun dari posisi berlutut

Sumber http://perpustakaancyber.blogspot.com

Monday, March 6, 2017

Aktivitas Pengembangan Latihan Kebugaran Jasmani : Physical Fitness, Weight Training, Kekuatan, Kecepatan, Kelentukan, Daya Tahan, Total Fitness, Tes Pengukuran, Evaluasi

Aktivitas Pengembangan Latihan Kebugaran Jasmani - Latihan olahraga ini berkhasiat untuk melatih kekuatan anggota tubuh sekaligus menjaga kebugaran jasmani. Kebugaran jasmani sangatlah diharapkan untuk acara fisik seseorang. Oleh lantaran itu, kalian harus menjaga kebugaran jasmani dengan cara makan masakan bergizi, berolahraga, dan beristirahat yang cukup. (Baca juga : Permainan dan Olahraga 1, Bola Besar dan Kecil, Atletik, Pencak Silat

Pada serpihan ini kita akan mempelajari dan mempraktikkan latihan kebugaran jasmani serta merawat tubuh semoga tetap segar. Setelah mempelajari materi dalam serpihan ini diharapkan kalian bisa mempraktikkan materi dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan percaya diri.

Berbagai cara dilakukan seseorang untuk menjaga kesehatan dan kebugaran fisiknya. Di antaranya dengan melaksanakan olahraga secara teratur, mengonsumsi masakan dan minuman yang bergizi, ditunjang oleh istirahat yang cukup. Nah, pelajarilah materi dalam serpihan ini sebaik-baiknya semoga kebugaran dan kesehatan kalian terjaga. (Baca juga : Aktivitas Senam Lantai : Gymnastic, Floor exercise, Neck spring, Hand spring, Voulting horse)

A. Bentuk-bentuk Latihan Kebugaran Jasmani


Guna meningkatkan taraf kebugaran jasmani seseorang diharapkan latihan yang berkenaan dengan kondisi fisik. Kali ini kita akan membahas mengenai unsur-unsur kesejukan jasmani yang berkaitan dengan keterampilan olahraga, yaitu kecepatan dan unsur kesejukan jasmani yang berkaitan dengan kesehatan yaitu kekuatan, daya tahan, dan kelentukan. (Baca juga : Aktivitas Senam Ritmik : Ritmik, Ayunan, Lompat, Langkah)

1. Kekuatan


Kekuatan yaitu tenaga kontraksi otot yang dicapai dalam sekali perjuangan maksimal. Usaha maksimal ini dilakukan oleh otot untuk mengatasi suatu tahanan. Kekuatan merupakan unsur yang sangat penting dalam acara olahraga lantaran kekuatan merupakan daya aktivis dan pencegah cedera. Selain itu, kekuatan memainkan peranan penting dalam komponen-komponen dan kemampuan fisik yang lain contohnya power, kelincahan, dan kecepatan. Dengan demikian, kekuatan merupakan faktor utama untuk membuat prestasi optimal. (Baca juga : Aktivitas Air (Akuatik) I : Gaya dada, Gaya bebas, Gaya punggung, Gaya kupu-kupu, Loncat indah).

Bentuk-bentuk latihan kekuatan sebagai berikut.

a. Latihan push up untuk melatih kekuatan otot lengan dan bahu
Aktivitas Pengembangan Latihan Kebugaran Jasmani Aktivitas Pengembangan Latihan Kebugaran Jasmani : Physical Fitness, Weight training, Kekuatan, Kecepatan, Kelentukan, Daya tahan, Total fitness, Tes pengukuran, Evaluasi
Gambar 1. Push up
Caranya sebagai berikut.

1) Sikap awal tidur telungkup, kedua kaki dirapatkan lurus ke belakang dengan ujung kaki ditempelkan pada lantai (untuk putra) atau kedua lutut ditempelkan pada lantai (untuk putri).
2) Kedua telapak tangan menumpu pada lantai di samping dada, jari-jari tangan menunjuk ke depan dengan kedua siku ditekuk.
3) Kemudian angkat kedua tangan ke atas hingga kedua siku lurus, tubuh dan kaki merupakan satu garis lurus.
4) Lalu tubuh diturunkan kembali dengan jalan membengkokkan kedua siku, tubuh dan kedua kaki tetap lurus tidak menyentuh lantai.
5) Gerakan dilakukan berulang-ulang selama 30 detik, kemudian semakin usang semakin ditambah ulangannya. (Baca juga : Aktivitas Penjelajahan dan Penyelamatan di Pantai, Makanan Sehat)

b. Latihan sit up untuk melatih kekuatan otot perut
Aktivitas Pengembangan Latihan Kebugaran Jasmani Aktivitas Pengembangan Latihan Kebugaran Jasmani : Physical Fitness, Weight training, Kekuatan, Kecepatan, Kelentukan, Daya tahan, Total fitness, Tes pengukuran, Evaluasi
Gambar 2. Sit up.
Caranya sebagai berikut.

1) Sikap awal tidur telentang, kedua lutut ditekuk serta kedua siku ditekuk diletakkan di belakang kepala.
2) Badan diangkat dalam posisi duduk, kedua lengan tetap berada di belakang kepala.
3) Gerakan tersebut dilakukan berulang-ulang selama 30 detik, selanjutnya semakin usang semakin ditambah ulangannya.

c. Latihan back lift untuk melatih kekuatan otot punggung
Aktivitas Pengembangan Latihan Kebugaran Jasmani Aktivitas Pengembangan Latihan Kebugaran Jasmani : Physical Fitness, Weight training, Kekuatan, Kecepatan, Kelentukan, Daya tahan, Total fitness, Tes pengukuran, Evaluasi
Gambar 3. Latihan back lift.
Caranya sebagai berikut.

1) Sikap awal tidur telungkup, kaki rapat, dan kedua tangan diletakkan di belakang kepala.
2) Angkat tubuh hingga dada tidak menyentuh lantai, sedangkan kedua kaki tetap pada posisi semula.
3) Gerakan tersebut dilakukan berulang-ulang selama 30 detik kemudian semakin usang semakin ditambah ulangannya.

Latihan-latihan di depan merupakan latihan kekuatan dengan memakai berat tubuh sendiri. Latihan kekuatan yang lain yaitu latihan dengan memakai beban luar. Latihan ini disebut juga dengan istilah weight training. Beban berupa barbel yang terbuat dari besi baja atau bisa juga dengan beton dengan berat bervariasi sesuai kemampuan. Bentuk latihan tersebut sebagai berikut. (Baca juga : Hidup Sehat Tanpa Narkoba, Zat Adiktif, Psikotropika)

a) Shoulder press

Shoulder press untuk melatih kekuatan otot lengan dan bahu. Caranya siapkan barbel dengan berat sesuai kemampuan, angkat barbel dengan kedua tangan ke atas hingga dengan kedua lengan lurus,
kemudian turunkan hingga di depan dada. Ulangi gerakan tersebut sesuai kemampuan dengan beban latihan semakin meningkat.
Aktivitas Pengembangan Latihan Kebugaran Jasmani Aktivitas Pengembangan Latihan Kebugaran Jasmani : Physical Fitness, Weight training, Kekuatan, Kecepatan, Kelentukan, Daya tahan, Total fitness, Tes pengukuran, Evaluasi
Gambar 4. Latihan shoulder press.
b) Leg squat

Leg squat untuk melatih kekuatan otot tungkai. Caranya siapkan barbel dengan berat sesuai kemampuan, angkat barbel dengan kedua tangan dan diletakkan di punggung di bawah leher, tekuk lutut setengah jongkok, kemudian luruskan lutut. Gerakan itu dilakukan berulang-ulang sesuai dengan kemampuan, dengan beban makin usang makin meningkat.
Aktivitas Pengembangan Latihan Kebugaran Jasmani Aktivitas Pengembangan Latihan Kebugaran Jasmani : Physical Fitness, Weight training, Kekuatan, Kecepatan, Kelentukan, Daya tahan, Total fitness, Tes pengukuran, Evaluasi
Gambar 5. Latihan leg squat.
c) Back extension

Back extension untuk melatih kekuatan otot punggung. Caranya siapkan barbel dengan berat sesuai kemampuan, angkat dengan dua tangan dengan posisi tubuh berdiri tegak. Kemudian bungkukkan tubuh hingga membentuk sudut 90o, kemudian berdiri tegak lagi. Lakukan gerakan itu berulang-ulang sesuai kemampuan, beban latihan semakin usang semakin meningkat.
Aktivitas Pengembangan Latihan Kebugaran Jasmani Aktivitas Pengembangan Latihan Kebugaran Jasmani : Physical Fitness, Weight training, Kekuatan, Kecepatan, Kelentukan, Daya tahan, Total fitness, Tes pengukuran, Evaluasi
Gambar 6. Latihan back extension.
Bentuk-bentuk gerakan di atas hanya sebagian kecil latihan memakai beban (weight training) yang bertujuan untuk melatih kekuatan. (Baca juga : Permainan dan Olahraga II : Bola Besar dan Kecil, Sepak Bola, Voli, Basket, Tenis Meja, Softball, Atletik, Pencak Silat)

2. Kecepatan


Kecepatan sanggup diartikan sebagai kemampuan berpindah tempat dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Sedangkan berdasarkan Mulyono Biyakto, kecepatan yaitu kemampuan untuk melaksanakan suatu gerak dalam periode waktu yang singkat. Kecepatan sangat diharapkan bagi pelari jarak pendek atau juga bagi seorang pemain sepak bola.

Berikut ini faktor-faktor yang memengaruhi kecepatan.

a. Keturunan
b. Waktu reaksi
c. Kemampuan untuk menahan tahanan luar
d. Teknik
e. Konsentrasi dan kemauan

a. Macam-macam kecepatan

Kecepatan sanggup dibagi menjadi tiga macam, yaitu kecepatan sprint, kecepatan reaksi, dan kecepatan
bergerak.
Aktivitas Pengembangan Latihan Kebugaran Jasmani Aktivitas Pengembangan Latihan Kebugaran Jasmani : Physical Fitness, Weight training, Kekuatan, Kecepatan, Kelentukan, Daya tahan, Total fitness, Tes pengukuran, Evaluasi
Gambar 7. Lari cepat.
b. Cara melatih kecepatan

Kecepatan sanggup dilatih dengan banyak sekali cara di antaranya sebagai berikut.

1) Latihan percepatan
2) Lari menaiki tangga atau bukit
3) Lari menuruni tangga atau bukit
4) Latihan kecepatan reaksi (permainan hijau-hitam)
5) Lari cepat (sprint training) dengan jarak 40-60 meter. Lari cepat sanggup dilakukan dengan perilaku tubuh tegak dan lari di tempat di belakang garis start. Percepatlah lari di tempat sambil mengangkat tangan tinggi-tinggi. Setelah kode dibunyikan, berlarilah secepat-cepatnya. (Baca juga : Aktivitas Air (Akuatik) II : Aktivitas akuatik, Keterampilan, Renang gaya dada dan gaya miring)

3. Daya Tahan (Endurance)


Endurance atau daya tahan yaitu kemampuan seseorang melaksanakan gerak dengan seluruh tubuhnya dalam waktu yang cukup usang dan dengan tempo sedang hingga cepat tanpa mengalami rasa sakit dan kelelahan berat. Kemampuan otot untuk melaksanakan kerja terus-menerus yaitu sangat penting dalam acara olahraga lantaran secara tidak eksklusif merupakan daya untuk sanggup mengatasi kelelahan otot.

Latihan daya tahan atau endurance sanggup dibagi menjadi dua macam. (Baca juga : Aktivitas Senam Ritmik II : Gerak dan irama, Keluwesan, Estetika, Koordinasi gerak)

a. Daya tahan otot setempat atau muscular endurance (local endurance)

Muscular endurance yaitu daya tahan yang memperlihatkan kemampuan otot atau sekelompok otot dalam melaksanakan tugasnya dengan waktu yang cukup lama. Contoh: latihan weight training/latihan berbeban, latihan pukulan jab berkali-kali dalam tinju, pukulan dalam gulat.

Latihan daya tahan dalam arti muscle endurance dan circulator respiratory endurance, antara lain sebagai berikut.

1) Fartlek

Kombinasi antara lari pelan dan lari cepat yang bervariasi tanpa melaksanakan istirahat. Dapat dilakukan di lapangan, sawah/ladang, dan tempat yang berbukit-bukit. (Baca juga : Aktivitas Senam Artistik II : Handstand, Tiger sprong, Balance)

2) Cross country

Lari jarak jauh melintasi alam terbuka dengan kecepatan tidak terlalu lambat dan tidak juga terlalu cepat.

b. Latihan endurance pada umumnya (cardiorespiratory endurance)

Cordiorespiratory endurance yaitu latihan yang bertujuan meningkatkan kemampuan seluruh tubuh untuk selalu bergerak dalam tempo sedang hingga cepat yang cukup lama. Contoh: berlari, berenang, dan bersepeda.

Daya tahan kardiovaskuler merupakan faktor utama dalam kesejukan jasmani. Pengukuran yang paling objektif dilakukan dengan mengukur kemampuan pengambilan denyut jantung maksimal (VO2 maksimal). (Baca juga : Aktivitas Pengembangan II : Kelentukan, Kekuatan, Daya tahan, Kebugaran jasmani, Tes kebugaran, Interpretasi hasil)

Berikut ini jenis-jenis latihan yang sanggup meningkatkan daya tahan kardiovaskuler.

1) Joging
2) Berjalan
3) Bersepeda
4) Gerakan naik turun tangga
5) Berenang
4. Kelentukan (Fleksibilitas)

Kelentukan yaitu keleluasaan gerakan terutama pada otot persendian. Tujuan latihan kelentukan atau fleksibilitas yaitu semoga otot-otot sendi tidak kaku dan sanggup bergerak dengan leluasa tanpa ada gangguan yang berarti.

Kelentukan dibutuhkan oleh banyak cabang olahraga, namun demikian terdapat perbedaan kebutuhan kelentukan untuk setiap keberhasilan penampilannya.

Bentuk-bentuk latihan kelentukan yaitu melaksanakan peregangan otot dengan cara berikut ini.

a. Latihan kelentukan sendi bahu, caranya rentangkan kedua lengan dan putar kedua lengan ke depan atau ke belakang dengan siku tetap lurus, lakukan gerakan ini berulang-ulang sesuai
kemampuan.
b. Latihan kelentukan otot pinggang, caranya berdiri tegak kedua lengan diluruskan ke atas, liukkan tubuh ke samping kanan dan ke kiri dengan hitungan waktu antara 10 hingga dengan 15 detik, lakukan ulangan seperlunya.
c. Latihan kelentukan togok, caranya perilaku awal duduk kedua tungkai dirapatkan, lutut lurus, bungkukkan tubuh hingga mencium lutut, kedua tangan memegang ujung jari kaki, kemudian tahan selama 10 hingga dengan 15 detik dan atau selama mungkin.
Aktivitas Pengembangan Latihan Kebugaran Jasmani Aktivitas Pengembangan Latihan Kebugaran Jasmani : Physical Fitness, Weight training, Kekuatan, Kecepatan, Kelentukan, Daya tahan, Total fitness, Tes pengukuran, Evaluasi
Gambar 8. Latihan kelentukan.
Contoh di atas hanya sebagian kecil bentuk latihan untuk kelentukan. Pada prinsipnya latihan kelentukan harus diadaptasi dengan sifat dan bentuk dari gerak persendian tersebut.


B. Tes Pengukuran dan Evaluasi dalam Kebugaran Jasmani


1. Pengertian


Tes yaitu suatu instrumen yang dipakai untuk mendapat suatu informasi ihwal individu atau
objek-objek. Instrumen ini sanggup berupa pertanyaan yang ditulis di atas kertas atau berupa wawancara, pengamatan ihwal unjuk kerja fisik yang diminta, atau pengamatan ihwal tingkah laris melalui check list atau catatan yang bersifat anekdot. Sedangkan pengukuran yaitu suatu proses pengumpulan informasi. Melaksanakan suatu tes yaitu serpihan dari proses pengukuran. Evaluasi yaitu proses penentuan nilai atau harga dari data yang terkumpul. Evaluasi ini meliputi testing dan pengukuran.

Pengukuran kesejukan jasmani para siswa merupakan serpihan penting dari kegiatan pengukuran dan penilaian dalam pendidikan jasmani. Hasil pengukuran sanggup dipakai untuk menafsirkan tingkat keberhasilan program. Di samping itu, juga untuk tindakan penyempurnaan isi acara dan bahkan metode pelaksanaannya. Sehubungan dengan hal tersebut, tes perlu dipilih dengan mengikuti kaidah atau kriteria tertentu.

Berdasarkan fungsinya, kesejukan jasmani dikelompokkan menjadi dua, yaitu fungsi yang bersifat umum dan khusus. Kesegaran jasmani secara umum berfungsi untuk berbagi kekuatan, kemampuan, kesanggupan, daya kreasi, dan daya tahan setiap insan yang berkhasiat untuk mempertinggi daya kerja. Sedangkan fungsi khusus kesejukan jasmani yaitu sesuai dengan kekhususan masing-masing, yang dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu golongan berdasarkan pekerjaan contohnya atlet, pelajar, atau karyawan.

Fungsi kesejukan jasmani dalam Pendidikan Jasmani untuk pelajar khususnya di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sebagai berikut.

a. Mengukur kemampuan fisik siswa.
b. Menentukan status kondisi fisik siswa.
c. Menilai kemampuan fisik siswa sebagai salah satu tujuan dari pengajaran Pendidikan Jasmani.
d. Mengetahui perkembangan kemampuan fisik siswa.
e. Sebagai salah satu materi untuk memperlihatkan bimbingan dalam meningkatkan kebugaran jasmani siswa.

2. Pengukuran Kesegaran Jasmani untuk Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA)


Untuk mengetahui derajat kesejukan jasmani pelajar di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), telah
disusun Tes Kesegaran Jasmani Indonesia untuk pelajar di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau untuk kelompok umur 16–19 tahun. Tes tersebut merupakan rangkaian tes yang terdiri atas hal berikut.

a. Lari cepat 60 m.
b. Gantung angkat tubuh 60 detik untuk putra dan 30 detik untuk putri.
c. Baring duduk 60 detik.
d. Loncat tegak.
e. Lari 1200 m untuk putra dan 1000 m untuk putri. Petunjuk pelaksanaan tes kebugaran jasmani untuk siswa seumur kalian sebagai berikut.

a. Lari 60 meter

Tujuan:

Untuk mengukur kecepatan lari siswa.

Perlengkapan:

Lintasan lari yang lurus, datar, rata, tidak licin; bendera start dan tiang pancang; peluit; stopwatch; serbuk kapur; formulir tes dan alat tulis; nomor dada.

Pelaksanaan:

1) Peserta test berdiri di belakang garis start.
2) Pada kode “siap” mengambil perilaku start berdiri, siap untuk lari.
3) Pada kode “ya” penerima tes berlari secepat mungkin menuju garis finish menempuh jarak 60 meter.
4) Apabila penerima mencuri start, tidak melewati garis finish, atau terganggu pelari lain, maka tes harus diulang.
5) Pengukuran waktu dilakukan dari ketika bendera diangkat hingga penerima sempurna melintasi garis finish.

Penilaian:

1) Hasil yang dicatat yaitu waktu yang dipakai penerima untuk berlari menempuh jarak 60 meter.
2) Angka dicatat hingga per seratus detik jika stopwatch-nya digital. Bila manual hingga per sepuluh detik.

b. Gantung siku tekuk/angkat tubuh (30 detik untuk putri dan 60 detik untuk putra)

Tujuan:

Untuk mengukur kekuatan dan daya tahan otot lengan dan bahu.

Perlengkapan:

Palang tunggal yang diatur ketinggiannya, stopwatch, formulir tes dan alat tulis, nomor dada, serbuk kapur atau magnesium.

Pelaksanaan:
Aktivitas Pengembangan Latihan Kebugaran Jasmani Aktivitas Pengembangan Latihan Kebugaran Jasmani : Physical Fitness, Weight training, Kekuatan, Kecepatan, Kelentukan, Daya tahan, Total fitness, Tes pengukuran, Evaluasi
Gambar 9. Tes angkat tubuh.
1) Palang tunggal dipasang dengan ketinggian sedikit di atas kepala penerima tes.
2) Peserta tes berdiri di bawah palang tunggal, kedua tangan berpegangan pada palang tunggal selebar bahu, pegangan telapak tangan menghadap ke arah kepala.
3) Dengan dukungan tolakan kedua kaki, penerima tes melompat ke atas hingga mencapai perilaku bergantung siku tekuk, dagu berada di atas palang. Sikap tersebut dipertahankan selama mungkin.
4) Selama melaksanakan gerakan, mulai dari kepala hingga ujung kaki tetap merupakan satu garis lurus.
5) Gerakan ini dilakukan sebanyak mungkin tanpa istirahat (30 detik untuk putri dan 60 detik untuk putra).
6) Gerakan penerima dianggap gagal jika ketika mengangkat tubuh disertai ayunan, dagu tidak hingga palang, dan ketika kembali ke perilaku permulaan kedua lengan tidak lurus.

Penilaian:

1) Hasil yang dicatat yaitu waktu yang dicapai penerima untuk mempertahankan perilaku gantung siku ditekuk. Dicatat dalam satuan detik.
2) Bila penerima tidak sanggup melaksanakan perilaku tersebut dinyatakan gagal dan diberi nilai nol.

c. Baring duduk

Tujuan:

Untuk mengukur kekuatan dan daya tahan otot perut.

Perlengkapan:

Lantai/lapangan rumput yang rata dan bersih, stopwatch, nomor dada, formulir tes, dan alat tulis.

Pelaksanaan:

1) Peserta berbaring telentang di lantai. Kedua lutut ditekuk dengan sudut 90o. Jari-jari kedua tangan bersilangan dan diletakkan di belakang kepala.
2) Peserta lain bertugas memegang atau menekan kedua kaki semoga tidak terangkat ketika melaksanakan gerakan bangun.
3) Pada kode “ya”, penerima berdiri hingga kedua sikunya menyentuh paha, kemudian kembali ke perilaku semula.
4) Gerakan ini dilakukan berulang-ulang secepatnya, selama waktu yang ditentukan (60 detik). Gerakan tidak dihitung jika tangan penerima terlepas sehingga jari-jarinya tidak terjalin lagi, kedua siku tidak menyentuh paha, serta mempergunakan siku untuk membantu menolak tubuhnya.
Aktivitas Pengembangan Latihan Kebugaran Jasmani Aktivitas Pengembangan Latihan Kebugaran Jasmani : Physical Fitness, Weight training, Kekuatan, Kecepatan, Kelentukan, Daya tahan, Total fitness, Tes pengukuran, Evaluasi
Gambar 10.Baring duduk.
Penilaian:

1) Hasil yang dihitung dan dicatat yaitu jumlah gerakan yang sanggup dilakukan dengan benar selama waktu yang ditentukan.
2) Gerakan yang tidak dilakukan secara benar diberi nilai nol.

d. Loncat tegak

Tujuan:

Untuk mengukur daya ledak tenaga eksplosif otot tungkai.

Perlengkapan:

Papan berskala sentimeter berukuran 30 × 150 cm yang dipasang di dinding (jarak angka 0 [nol] pada skala dari lantai yaitu 150 cm, tingkat ketelitiannya hingga 1 cm), abu kapur, alat penghapus, nomor dada, formulir tes, dan alat tulis.

Pelaksanaan:
Aktivitas Pengembangan Latihan Kebugaran Jasmani Aktivitas Pengembangan Latihan Kebugaran Jasmani : Physical Fitness, Weight training, Kekuatan, Kecepatan, Kelentukan, Daya tahan, Total fitness, Tes pengukuran, Evaluasi
Gambar 11. Tes loncat tegak.
1) Peserta berdiri menyamping arah dinding, kedua kaki rapat, ujung jari tangan yang erat dinding dibubuhi abu kapur.
2) Satu tangan penerima yang erat dinding menjangkau ke atas setinggi mungkin, kaki tetap melekat di lantai. Catat jangkauannya pada bekas ujung jari tengah sebagai tinggi raihan.
3) Peserta meloncat ke atas setinggi mungkin dan menyentuh papan. Lakukan tiga kali loncatan. Catat tinggi loncatannya pada bekas ujung jari tengah.
4) Posisi awal ketika meloncat yaitu telapak kaki tetap melekat di lantai, lutut ditekuk, tangan lurus agak di belakang.
5) Tidak boleh melaksanakan awalan ketika akan meloncat ke atas.

Penilaian:

1) Ukur selisih antara tinggi loncatan dan tinggi raihan.
2) Nilai yang diperoleh penerima yaitu selisih yang terbanyak antara tinggi loncatan dan tinggi raihan
dari ketiga loncatan yang dilakukan.

e. Lari 1200 meter (putra) dan 1000 meter (putri)

Tujuan:

Untuk mengukur daya tahan jantung, peredaran darah, dan pernapasan.

Perlengkapan:

Lintasan lari, stopwatch, bendera start, peluit, tiang pancang, nomor dada, formulir tes, dan alat tulis.

Pelaksanaan:

1) Peserta berdiri di belakang garis start.
2) Pada kode “siap” penerima mengambil perilaku start berdiri, dan siap untuk lari.
3) Pada kode “ya” penerima berlari menuju garis finish menempuh jarak yang ditentukan.
4) Lari harus diulang apabila penerima mencuri start atau tidak melewati garis finish.

Penilaian:

1) Pengambilan waktu dimulai ketika bendera start diangkat hingga penerima melewati garis finish.
2) Hasil yang dicatat yaitu waktu yang dipakai penerima untuk menempuh jarak 1200 meter untuk putra dan 1000 meter untuk putri. Waktu dicatat dalam satuan menit dan detik.
3. Kriteria Tes Kesegaran Jasmani untuk Siswa Sekolah Menengah Atas (Usia 16-19 tahun)

Beberapa latihan kekuatan, kecepatan, daya tahan, dan kelentukan untuk kebugaran jasmani di depan haruslah dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan percaya diri. Selain itu, terdapat kriteria atau norma untuk menilai kesejukan jasmani kalian.

Perhatikan tabel-tabel berikut ini!

Tabel 2.1 Nilai Kesegaran Jasmani Indonesia untuk Remaja Putra Umur 16-19 Tahun

Aktivitas Pengembangan Latihan Kebugaran Jasmani Aktivitas Pengembangan Latihan Kebugaran Jasmani : Physical Fitness, Weight training, Kekuatan, Kecepatan, Kelentukan, Daya tahan, Total fitness, Tes pengukuran, Evaluasi


Tabel 2.2 Nilai Kesegaran Jasmani Indonesia untuk Remaja Putri Umur 16-19 Tahun

Aktivitas Pengembangan Latihan Kebugaran Jasmani Aktivitas Pengembangan Latihan Kebugaran Jasmani : Physical Fitness, Weight training, Kekuatan, Kecepatan, Kelentukan, Daya tahan, Total fitness, Tes pengukuran, Evaluasi


Tabel 2.3 Norma Tes Kesegaran Jasmani Indonesia

Aktivitas Pengembangan Latihan Kebugaran Jasmani Aktivitas Pengembangan Latihan Kebugaran Jasmani : Physical Fitness, Weight training, Kekuatan, Kecepatan, Kelentukan, Daya tahan, Total fitness, Tes pengukuran, Evaluasi


C. Merawat Tubuh Agar Tetap Segar


Pernahkah kalian mencicipi tubuh letih, lelah, lesu, dan lemah? Hal ini kemungkinan dikarenakan kekurangan gizi, berguru atau bekerja terlalu keras setiap hari. Menjaga kondisi tubuh semoga tetap selalu segar dan berpenampilan prima dalam beraktivitas sehari-hari yaitu sangat penting, lantaran dengan kondisi stamina tanpa tekanan (stress), maka acara yang dilakukan akan lebih bersemangat. Salah satu cara menjaga semoga tubuh tetap selalu segar yaitu dengan berolahraga secara teratur. Di samping itu, makan masakan yang bergizi juga merupakan prioritas dalam menjaga perawatan tubuh semoga tetap segar.

Olahraga yaitu suatu bentuk kegiatan fisik yang telah diakui memperlihatkan efek baik terhadap tingkat kemampuan fisik insan jika dilaksanakan dengan sempurna dan terarah. Dalam arti bahwa telah diperhitungkan pelaksanaannya berdasarkan adanya keterbatasan dari tubuh insan menghadapi beban kerja fisik dan kelebihan tubuh insan menghadapi tekanan-tekanan (stress) yang semakin meningkat.

Olahraga sebagai serpihan dari budaya kehidupan telah usang dianggap sebagai cara yang sempurna untuk meningkatkan kesehatan. Sejalan dengan kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, telah berhasil pula diungkap banyak hal ihwal misteri yang selama ini menyelimuti relasi antara latihan fisik dengan derajat kesehatan. Misalnya para andal menandakan bahwa banyak sekali fungsi organ tubuh akan meningkat dengan faktual apabila diberi latihan fisik yang memadai. Perubahan-perubahan itu sanggup bersifat permanen maupun temporer. Pada belum dewasa yang aktif bergerak akan dijumpai tulang-tulang yang lebih berpengaruh dan jantung yang lebih tebal dan besar. Beberapa perubahan sering hilang apabila latihan dihentikan, tetapi akan kembali lagi jika latihan dimulai kembali (bersifat reversibel).

Latihan

1. Apa yang dimaksud kekuatan? Sebutkan bentuk-bentuk latihan kekuatan!
2. Jelaskan pengertian daya tahan (endurance)!
3. Apa pengertian kelentukand an tujuan melatih kelentukan?

Tugas

1. Praktikkan latihan kekuatan untuk anggota tubuh serpihan atas dan bawah!
2. Praktikkan latihan kelentukan untuk anggota tubuh serpihan atas maupun serpihan bawah!
3. Praktikkan latihan kecepatan lari bolak-balik dengan jarak 60 m diukur dengan stopwatch!

Rangkuman

1. Kebugaran jasmani (physical fitness) secara umum sanggup diartikan sebagai kesanggupan dan kemampuan tubuh untuk menjalankan tugas/kerja yang dibebankan kepadanya tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan sehingga ia masih memiliki cadangan tenaga untuk menjalankan kiprah berikutnya.
2. Kekuatan yaitu tenaga kontraksi otot yang dicapai dalam sekali perjuangan maksimal. Usaha maksimal ini dilakukan oleh otot untuk mengatasi suatu tahanan.
3. Bentuk-bentuk latihan kekuatan: push-up, sit-up, back-lift, dan lain-lain.
4. Kecepatan sanggup diartikan sebagai kemampuan berpindah tempat dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
5. Bentuk-bentuk latihan kecepatan: lari menaiki tangga, lari menuruni tangga, lari cepat, dan lain-lain.
6. Endurance atau daya tahan yaitu kemampuan seseorang melaksanakan gerak dengan seluruh tubuhnya dalam waktu yang cukup usang dan dengan tempo sedang hingga cepat tanpa mengalami rasa sakit dan kelelahan berat.
7. Daya tahan dibagi dua yaitu daya tahan otot setempat atau muscular endurance (local endurance) dan latihan endurance pada umumnya (cardiorespiratory endurance).
8. Kelentukan yaitu keleluasaan gerakan terutama pada otot persendian. Tujuan latihan kelentukan atau fleksibilitas yaitu semoga otot-otot sendi tidak kaku dan sanggup bergerak dengan leluasa tanpa ada gangguan yang berarti.
9. Tes yaitu suatu instrumen yang dipakai untuk mendapat suatu informasi ihwal individu atau objek-objek. Sedangkan pengukuran yaitu suatu proses pengumpulan informasi. Evaluasi yaitu proses penentuan nilai atau harga dari data yang terkumpul.
10. Fungsi kesejukan jasmani dalam Pendidikan Jasmani untuk pelajar khususnya di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sebagai berikut.

a. Mengukur kemampuan fisik siswa.
b. Menentukan status kondisi fisik siswa.
c. Menilai kemampuan fisik siswa sebagai salah satu tujuan dari pengajaran Penjas.
d. Mengetahui perkembangan kemampuan fisik siswa.

11. Tes Kesegaran Jasmani Indonesia untuk pelajar di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau untuk kelompok umur 16-19 tahun terdiri atas:

a. Lari 60 meter
b. Gantung angkat tubuh 60 detik
c. Baring duduk 60 detik
d. Loncat tegak
e. Lari 1200 meter untuk putra dan 1000 meter untuk putri

Sumber http://perpustakaancyber.blogspot.com