Showing posts with label Ilmu Pengetahuan. Show all posts
Showing posts with label Ilmu Pengetahuan. Show all posts

Thursday, September 27, 2018

Youtube Beri Sorotan Untuk Kreator Baru


Jumlah konten asal Indonesia yang diunggah di YouTube semakin banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Banyak sekali format gres yang diproduksi dan banyak bintang dan artis gres dilahirkan.

Dengan lebih dari 1.000 kreator melewati ambang 1.000 subscribers setiap hari di seluruh dunia, YouTube melihat banyak talenta gres terus muncul. Tahun lalu, YouTube melihat lebih dari 1.000 channel meraih 100.000 subscribers . Ini berarti paling tidak dua channel melewati ambang batas tersebut setiap harinya. 

YouTube ingin merayakan kreator-kreator gres dan membantu mereka membangun basis penonton yang lebih besar. Untuk itu, YouTube akan meng-highlight kreator gres dengan aktivitas Creator on The Rise (Kreator Beranjak Populer) di bab Trending Tab-nya di Indonesia.

Setiap minggu, kreator yang berbeda akan disorot dan ditampilkan selama satu hari penuh di Trending dengan lencana berikut: Creator on the Rise. Salah satunya Adim_mf, kreator yang konten channel-nya dengan lagu-lagu cover berbahasa Minang. Bergabung di You- Tube semenjak Agustus 2018, sekarang video-video yang telah diunggahnya telah mencapai total 6,077 juta views secara keseluruhan. Adim cukup populer dengan bunyi khasnya serta fasih bernyanyi dengan bahasa Minang, menyerupai lewat lagu cover Ipank-Cinto Apo Adonyo dan Tadayo-Gurauan Sayang -Rayola .

Setiap kreator Indonesia dengan lebih dari 1.000 subscribers berhak ditampilkan. Kreator On The Rise akan disorot menurut banyak faktor, tetapi tidak terbatas pada jumlah penayangan, waktu menonton, dan pertumbuhan subscribers . Tim YouTube juga terlibat dalam proses untuk membantu menentukan kreator yang memenuhi syarat yang akan ditampilkan.
Sumber : https://news.okezone.com

Sumber http://supiadi74.blogspot.com

Monday, September 24, 2018

Dibukanya Registrasi 25.000 Beasiswa Digital Talent Scholarship Tahun 2019


Digital Talent Scholarship 2019 yaitu kegiatan beasiswa training intensif bagi 25.000 peserta yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing SDM bidang teknologi warta dan komunikasi dalam menyongsong revolusi industri 4.0.

SIARAN PERS NO. 86/HM/KOMINFO/04/2019



Kementerian Komunikasi dan Informatika membuka pendaftaran bagi calon akseptor 25.000 beasiswa kegiatan pendidikan tanpa gelar Digital Talent Scholarship 2019. Beasiswa itu ditujukan untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing sumber daya insan Indonesia di bidang teknologi warta dan komunikasi. 

Peserta kegiatan akan dilatih secara intensif untuk menguasai hardskill dan softskill sesuai dengan peminatan di bidang teknis Artifical Intelligence, Big Data, Cloud Computing, Cyber Security, Internet of Things, dan Machine Learning serta beberapa tema training lainnya. 

Sebelumnya, di tahun 2018, Kementerian Kominfo telah meluncurkan kegiatan yang sama untuk menyiapkan 1.000 bakat yang menguasai keahlian digital guna mendukung visi Indonesia untuk menjadi negara ekonomi digital terbesar pada tahun 2030. Selain itu,  Program Digital Talent Scholarship ditujukan untuk menyediakan bakat yang diperlukan dalam Revolusi Industri 4.0.

Pada tahun ini, Program Digital Talent Scholarship 2019 akan memperlihatkan kesempatan kepada 25.000 peserta untuk mengikuti training yang dikemas dalam empat akademi. Setiap sekolah tinggi mempunyai kriteria tertentu bagi pesertanya, sebagai berikut: [Informasi sanggup diunduh di sini atau di sini]
1.Fresh Graduate Academy (FGA), yang ditujukan bagi lulusan D3, D4 dan S1 bidang TIK (atau yang terkait), Program ini terbuka bagi penyandang disabilitas;

2.Vocational School Graduate Academy (VSGA), kegiatan training intensif bagi lulusan SMK;

3.Coding Teacher Academy (CTA), yang ditujukan bagi para guru SMK, SMA, Madrasah Aliyah serta SMALB bidang TIK (Terbuka bagi Guru PNS dan Non PNS), dan

4.Online Academy (OA), kegiatan training online bagi masyarakat umum, termasuk ASN, mahasiswa, dan pelaku industri. 

Beasiswa ini dikelola oleh Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Kominfo berkerja sama dengan 31 perguruan tinggi terkemuka di Indonesia,  23 Politeknik  dan 4 perusahaan teknologi global antara lain AWS, Cisco, Google dan Microsoft.

Kementerian Kominfo juga menyiapkan kegiatan pascapelatihan bagi peserta program. Targetnya untuk mempertemukan keahlian yang dimiliki oleh bakat digital dengan peluang kerja dan perjuangan di aneka macam perusahaan teknologi.

Masa registrasi kegiatan dimulai tanggal 20 April 2019 sampai 19 Mei 2019.  Untuk warta lebih lanjut dan registrasi silakan akses https://digitalent.kominfo.go.id. Informasi lainnya sanggup dilihat melalui Instagram @digitalent.kominfo. 
Ferdinandus Setu
Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo
e-mail: humas@mail.kominfo.go.id
Telp/Fax : 021-3504024
Twitter @kemkominfo FB: @kemkominfo IG: @kemenkominfo
website: www.kominfo.go.id

Sumber http://supiadi74.blogspot.com

Sunday, September 23, 2018

Ini 4 Fitur Whatsapp Yang Jarang Digunakan Dan Tidak Semua Orang Tahu


Aplikasi pesan instan untuk smartphone, WhatsApp kalau dilihat dari fungsinya hampir sama dengan aplikasi short message service atau SMS yang biasa ada di ponsel lama.

Perbedaannya WhatsApp tidak memakai pulsa, melainkan data internet. Meskipun merupakan aplikasi pesan instan, ada yang unik dari WhatsApp.

WhatsApp mempunyai bermacam-macam fitur yang dapat bermanfaat bagi penggunanya. Akan tetapi, tak semua orang tahu keseluruhan fitur WhatsApp beserta fungsi-fungsinya.

Berikut ini 4 fitur WhatsApp yang jarang diketahui orang tapi sangat berguna, dan dapat kau coba.
1. Pesan Berbintang
Jika kau ingin menyimpan chat penting di WhatsApp, fitur ini cocok buatmu. Apalagi bagi kau yang bekerja dengan mengandalkan grup WhatsApp. Maka fitur tersebut akan sangat mempunyai kegunaan buatmu.

Menggunakannya cukup mudah.
Kamu hanya perlu menahan salah satu chat kemudian ketuk tanda bintang di kafe atas, secara otomatis kau sudah menyimpan pesan tersebut.
Jika ingin melihatnya, kau hanya perlu ke pengaturan dan pilih opsi 'Pesan berbintang'.

2. Pin Chat
Fitur ini membantu kau mengakibatkan chat seseorang menjadi prioritas. Kamu bakal selalu melihat chat tersebut meski ada pesan gres muncul.

Mengaktifkannya, kau hanya perlu menahan salah satu percakapanmu dengan seseorang atau grup, kemudian klik tanda pin di kafe atas.
Pin chat pun telah aktif.

3. Tandai belum baca
Fitur ini memungkinkan Anda mengakibatkan chat yang masuk seolah belum terbaca padahal kau sudah membukanya.
Caranya mudah, kau hanya perlu menekan usang salah satu pesanmu.

Kemudian pilih opsi 'Tandai belum dibaca'.
Maka nanti Anda akan diarahkan untuk pencarian tekx yang belum dibaca.

4. Arsipkan Chat
Fitur ini memungkinkan kau menghilangkan chat tertentu seolah sudah terhapus padahal chatnya masih utuh. Ini sangat mempunyai kegunaan buat kau yang nggak mau move on nih.
Caranya, kau hanya harus menekan usang salah satu chat.

Lalu, pilih logo 'Arsipkan' yang berada di sajian kafe atas.
Chat kau tersebut secara otomatis akan disembunyikan.
JIka ingin memunculkannya, kau hanya perlu memulai chat dengan kontak yang kau sembunyikan tadi.
(Nextren/Anggerhana Denni Rahmawati)

Sumber http://supiadi74.blogspot.com

Saturday, September 22, 2018

Pengguna Internet (Akun), Ingat Jangan Pernah Gunakan Password 123456

Situs yang memerlukan proses registrasi dengan menggunakan kata sandi (password) tetap masih bisa dibobol.

Namun, terkadang banyak pengguna tidak mau repot memikirkan rangkaian password untuk melindungi akun mereka.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, para pakar keamanan online mengharuskan pengguna mempunyai kombinasi password yang terdiri dari kombinasi abjad kapital, simbol, dan angka.

Baru-baru ini sebuah studi dilakukan oleh National Cyber Security Center (NCSC) Inggris mereka melihat pada database publik dari akun yang disusupi mengonfirmasi bahwa banyak orang, bermasalah pada password sederhana. 

Ada 23,2 juta akun secara global memakai kombinasi “123456” paling umum dalam daftar NCSC.

Seperti dilansir Digital Trend, Selasa (22/4), tidak mengherankan password kedua yang sering disusupi ialah “123456789”. Serta ada pula pengguna yang memakai pasword “11111111”, atau bahkan “qwerty”.

NCSC berkolaborasi dengan pakar keamanan online Australia, Troy Hunt. Dia dikenal dengan situs Have I Been Pwned guna mempelajari lebih lanjut ihwal jenis-jenis password yang dipakai beberapa orang untuk melindungi akun mereka.

Anda bisa menjelajahi database Hunt untuk menemukan berapa kali password sederhana muncul di daftar akun yang terperangkap dalam pelanggaran keamanan.

Misalnya, masukkan “123456” dan anda akan melihat password tersebut telah muncul dalam pelanggaran data lebih dari 23 juta kali.

Di situsnya, Hunt memperlihatkan beberapa saran ihwal bagaimana Anda sanggup melindungi password secara online dengan lebih baik. (jpnn.com)

Sumber http://supiadi74.blogspot.com

Friday, September 14, 2018

Lomba Coding Edusiber Tahun 2019, “Kepedulian Terhadap Keamanan Gosip (Edusiber)”


Memasuki revolusi industri 4.0 dimana masyarakat dituntut lebih kreatif dalam membuat aplikasi penunjang untuk fasilitas gosip dan komunikasi. Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (PUSTEKKOM KEMENDIKBUD) sebagai unit utama di bawah Kemendikbud yang berfungsi melaksanakan pengembangan dan pendayagunaan TIK untuk pendidikan dan kebudayaan berinisiatif mengadakan Lomba Coding EDUSIBER 2019 sebagai wadah untuk mencari bakat-bakat gres dalam kreasi aplikasi pada jenjang guru dan siswa. 

Lomba Coding EDUSIBER 2019 juga bertujuan untuk meningkatkan ketertarikan para guru dan siswa dalam pemrograman komputer sekaligus memeriahkan rangkaian Anugerah Kihajar yang sudah dilaksanakan semenjak 2006.

KETENTUAN PESERTA
1.Peserta Lomba Coding Edusiber 2019 merupakan penerima individu dibagi menjadi 2 kategori: GURU dan SISWA SMA/SMK
2.Sekolah asal Peserta harus berasal dari 12 propinsi yang sudah ditentukan (Aceh, Kep. Riau, Jambi, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan)
3.Karya aplikasi yang dilombakan merupakan hasil karya sendiri (bukan hasil karya orang lain).
4.Karya aplikasi yang dilombakan sesuai dengan tema “Kepedulian terhadap Keamanan Informasi (Edusiber)”.
5.Peserta membawa laptop dan modem sendiri.
6.Setiap penerima wajib menaati peraturan yang telah ditetapkan oleh panitia selama mengikuti Lomba Coding Edusiber 2019.

KETENTUAN KARYA
Karya aplikasi yang dibentuk penerima tidak melanggar hak cipta, tidak mengandung SARA dan p0rn*grafi, dan sanggup dipertanggung jawabkan.

Karya aplikasi yang di lombakan sanggup berupa Games, Aplikasi E-administrasi Pendidikan, Aplikasi E-pembelajaran. Bahasa pemrograman dan aplikasi bebas (web/mobile/desktop).
Poin-poin evaluasi usulan : 
1. Desain dan rancangan aplikasi 
2. Desain basis data 
3. Inovasi aplikasi
Proposal karya aplikasi diunggah ke laman https://edusibercoding.kemdikbud.go.id
Proposal karya aplikasi yang telah diikutsertakan merupakan hak panitia dan tidak akan dikembalikan
Proposal karya aplikasi yang telah dikumpulkan sanggup diedit/diperbaiki kembali oleh penerima hingga dengan penutupan pendaftaran (14 Juni 2019, pukul 23.59)
Peserta yang masuk ke seleksi simpulan regional propinsi menuntaskan karya aplikasi sesuai dengan usulan karya aplikasi yang telah diunggah ke laman https://edusibercoding.kemdikbud.go.id, apabila tidak sesuai maka penerima akan didiskualifikasi.
Apabila ada penerima yang terbukti melaksanakan pelanggaran terhadap peraturan yang telah ditetapkan akan didiskualifikasi dan pertolongan penghargaan akan dibatalkan.

TEKNIS PENDAFTARAN & PENGUMPULAN PROPOSAL
Setiap penerima melaksanakan pendaftaran di laman https://edusibercoding.kemdikbud.go.id
Pengunggahan berkas dimulai dari 1 April 2019 s.d 31 Mei 2019.
Panitia tidak mendapatkan berkas yang dikirimkan melewati waktu pendaftaran tersebut.
Berkas yang diunggah ke laman https://edusibercoding.kemdikbud.go.id, dengan format file .docx atau .pdf yang berisi: 
1. Proposal karya aplikasi 
2. Formulir pendaftaran 
3. Foto berwarna bebas formal sebesar 4×6 untuk setiap peserta
Peserta yang berhasil menuntaskan pendaftaran akan menerima notifikasi melalui  email dan SMS.

PENGUMUMAN PESERTA LOLOS FINAL REGIONAL PROPINSI
Proses seleksi dan penjurian usulan karya aplikasi oleh tim juri akan dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2019 Pengumuman Finalis Regional Propinsi yang berhak mengikuti tahap simpulan akan dilaksanakan pada bulan Juni 2019, melalui laman https://edusibercoding.kemdikbud.go.id

Kontak
PUSAT TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Jl. RE. Martadinata KM. 15.5 Ciputat, Tangerang Selatan. 15411. Helpdesk : 1500 005

Sumber http://supiadi74.blogspot.com

Wednesday, September 5, 2018

Waspada Pakai Vpn Gratis, Ini Ancaman Yang Mengintai


Usai pembatasan pada sejumlah fitur di media umum dan platform messagingtermasuk WhatsApp, banyak pengguna menggunakan Virtual Private Network atau VPN. Dengan memakai VPN, pengguna sanggup mengirimkan gambar dan video yang sebelumnya tidak sanggup sama sekali efek pembatasan tersebut. 

Namun ternyata dengan memakai VPN, ada ancaman yang mengintai perangkat pengguna. Dilansir dari laman Restoreprivacy, Rabu, 22 Mei 2019, berikut tujuh alasan berbahaya layanan VPN sangat berbahaya:

1. Mengandung Malware
Dari penelitian CSIRO, lebih dari 38 persen aplikasi gratis VPN mengandung malware alias kegiatan berbahaya. 

Malware bisa tiba dalam bentuk apa pun dan yang tersembunyi pada VPN sanggup mencuri data dan dipakai untuk menargetkan iklan dan email spam pengguna. Selain itu juga sanggup membajak akun secara online

Malware juga bertanggung jawab untuk mencuri uang dan barang atau produk digital. Kejahatan lainnya menyerupai mengunci atau mengenkripsi perangkat dan meminta imbalan untuk mengembalikannya. 

2. Mengumpulkan data pribadi
VPN sanggup melacak untuk mengumpulkan data langsung penggunanya. Studi CSIRO mencatat, 75 persen dari 283 VPN mengandung pelacakan pada instruksi sumber. Pengumpulan data ini sanggup bernilai bagi iklan dan juga analitik. 

Salah satu misalnya layanan VPN gratis berbasis Kanada, Betternet. Aplikasi itu dilihat CSIRO mengandung 14 tracking libraries yang berbeda, selain juga ditemukan keberadaanmalware tingkat tinggi.  Dengan fakta itu, Betternet memasarkan layanannya sebagai solusi keamanan dan privasi. 

3. Akses data pengguna
Saat data pengguna dikumpulkan oleh VPN, akan dijual atau ditransfer pada pihak ketiga. Ini demi kepentingan laba semata. Salah satu misalnya Opera Free VPN yang ketika ini dimiliki konsorsium China. VPN itu menunjukkan layanan gratis tanpa batas lewat browser, ini merupakan cara mereka mengumpulkan serta membuatkan data pengguna. 

4. Mencuri Bandwidth
Sejumlah bisnis memakai VPN gratis untuk mencuri bandwidth dan menjualnya kembali pada pihak ketiga. 

Salah satu misalnya layanan berbasis di Israel, Hola VPN. Layanan ini diketahui telah mencuri bandwidth dan dengan curang menjual lewat sister company, Luminati.  

Dalam kebijakan sistemnya, Hola mengakui mereka mungkin akan membagikan data pengguna dengan pihak ketiga. 

5. Membajak browser
Cara VPN menghasilkan uang sanggup juga dengan cara pembajakan browser. Ini akan terjadi ketika layanan itu mengalihkan browser pada website partner tanpa izin pengguna. 

Hotspot Shield VPN ditemukan mengalihkan permintaan HTTP pada situs e-commerceseperti Alibaba dan e-Bay lewat jaringan mitranya. 

6. Kebocoran data
VPN yang baik seharusnya mengamankan dan melaksanakan enkripsi pada trafik antara perangkat dengan server VPN. 

Namun sejumlah layanan VPN baik yang gratis dan berbahaya, ditemukan banyak yang membocorkan data pengguna. Kebocoran berasal dari IP address dan DNS, problem yang kerap terjadi di VPN gratis. 

Penelitian CSIRO menemukan 84 persen VPN gratis membuka IPv6 pengguna yang aktual dan unik secara global. Selain itu juga 60 persen VPN gratis membocorkan permintaan DNS, ini menciptakan history dan lokasi browser pengguna terbuka. 

7. Penipuan
Dengan kejahatan yang sudah disebutkan tadi, akhir penggunaan sanggup mengalami pencurian identitas serta penipuan secara finansial. 

Hotspot Shield mengatakan saluran pada pihak ketiga untuk data pengguna mereka. Model bisnis yang terjadi pada VPN gratis menciptakan layanan itu sangat berbahaya. 
Sumber : https://www.viva.co.id

Sumber http://supiadi74.blogspot.com

Sunday, September 2, 2018

Cara Gampang Mengubah Format File Word,Pdf,Jpg Ke Format Lainnya


Kamu pernah galau ketika harus mengedit file PDF? Atau, disuruh isi formulir tapi dapet filenya PDF? Atau malah, kau ingin copy-paste data yang ada di dalam file PDF tersebut, contohnya untuk membuat skripsi atau kiprah sekolah?

Salah satu caranya ialah dengan mengubah PDF ke Word ataupun mengubah ke bentuk format lainnya, kemudian diedit sesudah jadi file Word.

Sudah tau caranya belum?
Di bawah ini kami akan memberi tips bagaimana cara ubah PDF ke Word, melalui di PC/Laptop, 

PDF atau Portable Document File adalah file atau berkas digital yang memungkinkan kita dapat membaca dokumen elektronik di aneka macam perangkat contohnya handphone, tablet, PC/Laptop sampai browser.

PDF Dibuat pertama kali oleh perusahaan bernama Adobe pada tahun 1993 (Perusahaan yang juga membuat Illustrator dan Photoshop), PDF mempunyai kelebihan kalau dibandingkan dengan format berkas lain seperti .doc atau docx.

Salah satu perbedaan mencolok sekaligus yang menjadi kelebihan file PDF ialah memungkinkannya dimasukan tanda tangan elektronik ke dalam PDF.
Dibawah ini ada situs atau link secara online untuk mengubah majemuk format file
1.Convert from PDF (Convert your PDFs to other file formats)
2.Convert to PDF (Convert your files to PDF files. Many input formats are supported)
3.Utilities

Sumber http://supiadi74.blogspot.com